BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Peringatan Hari Bakti ke-54 Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) di Ballroom Radisson Hotel, Selasa (22/10/2025), menjadi lebih dari sekadar seremoni. Momen ini menegaskan arah baru Batam sebagai kekuatan ekonomi Indonesia di kawasan barat.
Melalui ajang Anugerah Investasi BP Batam 2025 bertema “Mengapresiasi Prestasi, Mendorong Investasi”, BP Batam memberikan penghargaan kepada para investor dan mitra strategis yang dinilai berperan besar dalam transformasi Batam menjadi kawasan industri dan investasi kelas dunia.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fairy Djemy Francis, menegaskan perjalanan Batam selama lebih dari setengah abad bukan sekadar kisah pembangunan, tetapi kisah kepercayaan dan kolaborasi.
“Lima puluh empat tahun lalu, Batam hanyalah pulau kosong di tengah Selat Malaka. Kini Batam menjadi kota industri modern yang diperhitungkan dunia,” ujar Fairy disambut tepuk tangan.
Fairy menambahkan, capaian tersebut adalah hasil sinergi antara pemerintah pusat, BP Batam, dan investor yang berani menanamkan modalnya di tengah tantangan ekonomi global.
“Para investor yang kami anugerahi hari ini adalah mitra strategis dalam mewujudkan mimpi besar Indonesia,” katanya.
Transformasi itu juga tercermin dari data pertumbuhan ekonomi Batam yang menembus 6,66 persen pada kuartal II 2025, jauh di atas rata-rata pertumbuhan Provinsi Kepulauan Riau maupun nasional.
Dari sisi investasi, Batam mencatat rekor dengan realisasi Rp43,26 triliun pada 2024, tumbuh 13,85 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara hingga pertengahan 2025, investasi sudah mencapai Rp33,7 triliun atau 56,2 persen dari target Rp60 triliun.
Fairy menilai, percepatan ini tidak lepas dari dukungan regulasi baru pemerintah pusat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 dan 28 Tahun 2025 yang diterbitkan Presiden Prabowo Subianto.
“Dua PP ini adalah reformasi besar dalam ekosistem investasi nasional. Memberikan kepastian hukum, mempercepat perizinan, dan memperkuat peran BP Batam dalam mengelola kawasan industri strategis,” jelasnya.
Menurutnya, regulasi tersebut menjadikan Batam semakin menarik di mata investor global, terutama karena posisinya yang strategis di jalur pelayaran internasional dan dukungan kebijakan yang makin progresif.
Acara penganugerahan berlangsung meriah dengan penyerahan trofi dan piagam kepada perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor — mulai dari manufaktur, logistik, teknologi, hingga energi terbarukan.
Selain menjadi ajang penghargaan, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan media dalam merumuskan arah pembangunan Batam ke depan.
“Batam bukan lagi sekadar kawasan industri. Ia telah menjadi lokomotif ekonomi Indonesia di kawasan barat,” kata Fairy optimis. (*/uly)







