BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Sejumlah konsumen motor listrik Smoot Zuzu dan Tempur di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan kekecewaannya.
Mereka tampak kecewa terkait adanya penonaktifan permanen mesin penukaran baterai (Swap Station) di belasan cabang Alfamart yang ada di Kota Batam pada akhir September 2025.
Padahal, saat pembelian diawal, motor listrik Smoot Zuzu dan Tempur satu-satunya di Batam yang memiliki fitur bisa tukar baterai. Bahkan masuk dalam perjanjian jual beli motor. Hingga saat ini, dalam promosinya Smoot masih menggunggulkan ‘Motor Listrik Pintar Tanpa Cas’.
Konsumen hanya perlu mengeluarkan baterai motor, memasukkannya ke mesin Swap Station, lalu menunggu lampu hijau-merah sebagai tanda baterai mengecas. Dan pengendara mendapatkan baterai lainnya yang penuh tanpa harus mengecas sendiri.
Ironisnya lagi, Manajemen Smoot memberikan kompensasi berupa Home Charger gratis yang dikirim dari Jakarta. Namun, konsumen diwajibkan menandatangani surat pernyataan bermaterai, mencetaknya dan mengirimkannya kembali via pos dan mengirim hasil pindai (scan) ke pihak manajemen.
Surat tersebut berisi pernyataan bahwa konsumen menerima Home Charger gratis dan tidak akan menuntut pihak Smoot setelah menerimanya.
Setelah surat dikirim, Home Charger baru akan dikirim dengan masa tunggu satu hingga dua bulan.
Sejumlah konsumen mengaku keberatan, karena mereka tetap harus melakukan top-up saldo dan menggunakan listrik rumah sendiri. Selain itu, Home Charger dinilai tidak efektif dibawa bepergian.
Salah satunya Lex (30), pengguna Smoot Tempur yang rutin memakai motor listriknya setiap hari dari Kawasan Baloi ke Panbil. Sehari-hari ia menggunakan motor listrik Smoot Tempur untuk bekerja di Kawasan Muka Kuning.
“Waktu kami konfirmasi ke CS, ternyata memang Swap Station akan ditarik. Kami punya grup WhatsApp untuk saling koordinasi. Kami rugi kalau terkena dua kali, bayar listrik dan isi top up. Padahal kalau hanya ganti baterai kami hanya membayar top up saja,” kata Lex, Minggu (28/9/2025) saat berada di Kawasan Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepri.
Diakuinya Grup tersebut dinamakan ‘SOBAT’ yang beranggotakan 80-peserta yang memiliki motor Smoot. Belum lagi konsumen lainnya diluar dari anggota grup.
“Setau saya, PT PLN Batam juga bekerjasama dengan Smoot dan ada beberapa karyawan yang menggunakan,” sesalnya.
Ia menambahkan anggota grup Whatshapp juga sudah menandatangani surat petisi yang tidak setuju Swap Station ditarik. Surat tersebut sudah dikirimkan ke Jakarta.
“Anehnya lagi, penonaktifkan Swap Station ini hanya terjadi di Batam,” katanya.
Hal senada disampaikan M. Tahmid (57). Anaknya yang berkendara Smoot Zuzu setiap harinya. Berangkat dari Perumahan Legenda Malaka ke Grand Batam Mall.
Ia mengaku membeli motor tersebut dengan harga tidak murah bahkan harus menunggu lima bulan hingga motornya datang.
“Padahal kami diawal dijanjikan tidak perlu ngecas. Kami cukup mengisi saldo saja di aplikasi Swap. Sekarang kami jadi takut bawa motor jauh-jauh tapi mau ngecas di mana,” ujarnya.
Ia menuturkan Dealer motor listrik Smoot di Kota Batam masih beroperasi. Walaupun kondisi dealernya mulai kosong.
“Saya pernah kesana dealernya juga sudah mulai kosong. Sepertinya calon-calon akan tutup juga,” katanya.
Pihak konsumen berharap pihak Smoot tidak menonaktifkan Swap Station agar pengguna tetap dapat menukar baterai tanpa harus mengecas sendiri.







