Friday, April 17, 2026
HomeBatamSetengah Tahun, Ekspor Ikan Batam Sudah Capai 3.275 Ton

Setengah Tahun, Ekspor Ikan Batam Sudah Capai 3.275 Ton

BATAMSTRAITS.COM.COM, BATAM – Potensi ekspor hasil perikanan dari Kota Batam terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 5.414 ton ikan berhasil diekspor ke luar negeri, terutama ke Singapura, dengan nilai transaksi mencapai Rp232 miliar.

Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto mengatakan ekspor dilakukan secara resmi melalui pelabuhan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Seperti Pelabuhan Tanjung Riau dan Belakang Padang. Rata-rata volume ekspor setiap bulan berkisar antara 400 hingga 500 ton.

“Ekspor ini sudah melalui tahapan resmi, mulai dari karantina, bea cukai, hingga imigrasi dan sistem pelaporan terpadu. Aktivitasnya berlangsung setiap malam melalui pengepul dan agen di masing-masing pulau,” ujarnya.

Jenis ikan yang diekspor mayoritas merupakan ikan karang atau ikan dasaran seperti kerapu, unggak, kaci, dan dingkis—ikan-ikan dengan nilai jual tinggi di pasar internasional. Harganya juga mengikuti kurs dolar Singapura, sehingga nelayan Batam cenderung memilih menjual hasil tangkapannya langsung ke negeri jiran.

Sementara itu, untuk konsumsi lokal Batam, pasokan ikan seperti benggol dan mata besar justru banyak didatangkan dari perairan Natuna dan Anambas.

BACA JUGA:   Seluruh Kadis Ikut Gelaran Jobfit di Pemko Batam

Penangkapan biasanya dilakukan oleh kapal yang melaut selama 1 hingga 1,5 bulan. Stok ikan untuk pasar lokal pun dinyatakan aman, dengan dukungan dari 14 cold storage yang terus dipantau oleh pemerintah daerah.

“Setiap bulan kami laporkan ketersediaan stok ke provinsi maupun pusat. Ini untuk menjaga kestabilan harga dan distribusi ikan di Batam,” katanya.

Sementara itu, untuk tahun 2025, Pemko Batam menargetkan ekspor perikanan mencapai 6.000 ton dengan nilai transaksi sekitar Rp250 miliar. Hingga semester I (Januari–Juni), sudah terealisasi sekitar 3.275 ton atau 55 persen dari target, dengan nilai mencapai Rp129 miliar.

“Optimisme kami tinggi karena permintaan dari Singapura tetap stabil. Pemerintah terus memberikan pendampingan untuk meningkatkan produksi tangkap nelayan Batam,” ujarnya.

Selain itu, Pemko Batam juga memberikan kemudahan akses rekomendasi pengambilan bahan bakar (BBM) bagi nelayan, guna menunjang operasional melaut mereka. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER