BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka secara resmi Job Fair Batam 2025 di Kampus Universitas Putera Batam (UPB) Tembesi, Selasa (5/8/2025).
Selain menjadi ajang pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan, kegiatan ini dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemko) sebagai momentum mempertegas kebijakan pro-tenaga kerja lokal untuk menekan angka pengangguran.
Dalam sambutannya, Amsakar menyebut job fair sebagai wujud pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2003 yang menjamin hak warga atas kesempatan kerja.
Namun, ia menyoroti adanya paradok: investasi di Batam meningkat, sementara angka pengangguran juga ikut naik indikasi bahwa manfaat investasi belum sepenuhnya dinikmati warga setempat.
“Idealnya, saat investasi naik, pengangguran turun. Tapi yang terjadi sebaliknya. Ini menunjukkan ada yang keliru,” kata Amsakar, Selasa (5/8/2025).
Ia menduga salah satu penyebabnya adalah praktik rekrutmen yang lebih menguntungkan tenaga kerja dari luar daerah melalui vendor penyedia tenaga kerja.
Untuk itu, Amsakar meminta perusahaan memberi ruang lebih besar bagi tenaga kerja Batam, dengan usulan minimal kuota 15–20 persen untuk pekerja lokal pada proses rekrutmen yang menggunakan vendor.
“Saya tidak melarang vendor dari luar, tapi mohon beri ruang untuk anak-anak Batam,” ujarnya.
Amsakar juga mengungkapkan bahwa ia telah bertemu dengan sekitar 100 perwakilan HRD dari berbagai perusahaan untuk menyamakan persepsi.
Ia menegaskan perlunya kebijakan dan praktik rekrutmen yang lebih berpihak pada warga lokal agar pembangunan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Pemko Batam bersama Pemprov Kepri akan mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dan mendorong kurikulum SMK agar sejajar dengan kebutuhan industri.
“Kalau dunia usaha butuh programmer dan ahli AI, maka sekolah kita harus siap menyuplai. Kita harus menatap masa depan,” tambahnya.
Pelaksanaan job fair tahun ini juga menunjukkan perbaikan teknis, pendaftaran dilakukan secara online dan jadwal wawancara dijadwalkan dalam tiga hari, 5–7 Agustus 2025, sehingga mengurangi antrean panjang dan mempermudah proses seleksi.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Nurul Iswahyuni, menyatakan job fair menjadi salah satu strategi Pemko untuk menekan pengangguran dan membantu dunia usaha mendapatkan tenaga kerja yang sesuai.
Tahun ini, acara diikuti oleh 39 perusahaan dengan total 1.185 lowongan untuk 265 jabatan, terbuka bagi lulusan SMA/SMK hingga perguruan tinggi, baik fresh graduate maupun yang berpengalaman.
Amsakar menutup sambutannya dengan pesan kepada pencari kerja agar terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan perubahan barang kebutuhan dunia kerja.
Ia menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga pemberdayaan masyarakat melalui kesempatan kerja yang adil dan terbuka. (uly)










