BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengusulkan penambahan anggaran dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025. Khususnya untuk sektor infrastruktur, dengan fokus pada penanganan banjir.
Anggota Komisi III DPRD Batam, Siti Nurlailah, mengaku DPRD Kota Batam juga telah menyetujui usulan tersebut. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir memang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra pada periode ini.
“Meskipun jalan-jalan di Batam sudah mulai membaik, masih ada pekerjaan besar dalam hal penanganan banjir. Di APBD-P kemarin, anggaran infrastruktur ditingkatkan, khususnya untuk mengatasi persoalan banjir,” ujar Siti, Minggu (20/7/2025).
Menurutnya, meski pembangunan infrastruktur di Batam telah berlangsung cukup masif dalam beberapa tahun terakhir, permasalahan banjir masih menghantui berbagai kawasan, baik permukiman maupun jalan utama. Salah satu penyebabnya adalah pembangunan yang tidak dibarengi dengan sistem drainase yang memadai.
“Sejak lama kami mendorong agar Batam memiliki master plan drainase induk. Tanpa itu, sulit untuk meminimalisir banjir secara menyeluruh,” tutur Politisi PKS ini.
Siti juga menyoroti dampak banjir terhadap kondisi jalan. Ia menilai pembangunan jalan menjadi sia-sia apabila drainase tidak mendukung.
“Percuma jalan bagus kalau saat hujan malah tergenang. Air yang menggenang bisa merusak kualitas aspal dan mempercepat kerusakan jalan. Banyak saluran air juga tertutup sampah, membuat air tak bisa mengalir ke drainase,” jelas politisi dari Fraksi PKS ini.
Ia berharap dengan penambahan anggaran, penanganan banjir di Batam dapat lebih terarah dan menghasilkan solusi jangka panjang, bukan hanya sebatas normalisasi saat musim hujan.
“Anggaran sudah ditambah, jadi kami juga menunggu hasilnya. Semoga ke depan titik banjir bisa berkurang dan Batam memiliki sistem drainase yang terintegrasi,” katanya.










