BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pihak RSUD Embung Fatimah telah memberikan pelayanan sesuai prosedur terhadap Alif Okto Karyanto. Anak berusia 12 tahun yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.
Pernyataan ini disampaikan Amsakar berdasarkan laporan resmi dari manajemen RSUD yang diterimanya saat pembahasan APBD beberapa hari lalu.
Menurut Amsakar, Alif memang mengidap suatu penyakit tertentu dan termasuk kuat karena mampu bertahan hingga usia 12 tahun. Ia menyebutkan bahwa Alif telah mendapatkan perawatan di rumah sakit sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Setelah dirawat dan dinilai kondisinya sesuai standar, SOP mengharuskan pasien tersebut dipulangkan. Beberapa jam setelahnya, kami menerima kabar bahwa anak ini meninggal dunia,” ujar Amsakar, Kamis (19/6/2025).
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang menyebut RSUD Embung Fatimah menolak pasien tidak benar.
“Kategori jenis penyakit yang diderita Alif telah dilayani sesuai standar. Jadi, tidak ada penolakan pasien,” tambahnya.
Amsakar menyampaikan niatnya untuk mendatangi langsung rumah orang tua Alif guna melakukan konfirmasi dan memberikan perhatian lebih lanjut terhadap peristiwa ini.
Sebelumnya diberitakan seorang anak bernama Alif Okto Karyanto (12) meninggal dunia pada Minggu dini hari (15/6/2025), usai diduga tidak mendapat perawatan inap di RSUD Embung Fatimah, Batam, karena berstatus peserta BPJS Kesehatan. Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah diunggah oleh akun media sosial bernama Suprapto, dan telah dibagikan ratusan kali.
Dalam unggahannya, akun tersebut menceritakan kronologi kejadian. Alif dibawa orang tuanya ke IGD RSUD Batam pada Sabtu malam (14/6/2025) sekitar pukul 22.30 WIB. Setelah sekitar tiga jam di UGD, pihak rumah sakit disebut menyatakan bahwa kondisi Alif tidak masuk kategori gawat darurat, sehingga tidak bisa menjalani rawat inap menggunakan BPJS.
“Kami tidak mengerti kenapa bisa begitu. Padahal kalau tengah malam ke UGD, pasti sudah sakit. Karena orang tuanya tidak mampu membayar secara umum, maka sekitar pukul 02.30, anak tersebut dibawa pulang,” tulis akun tersebut.
Disebutkan juga bahwa pihak keluarga membayar biaya pengobatan dan obat-obatan secara mandiri sebelum membawa pulang Alif. Namun nahas, sekitar pukul 04.30 WIB, Alif menghembuskan napas terakhir di rumah. (uly)







