BATAMSTRAITS.COM, Jakarta – “Devils Stay” menawarkan awal yang menjanjikan, namun akhirnya menghantarkan penonton pada perjalanan yang membingungkan. Film eksorsisme ini digarap oleh Hyun Moon-sub dan dibintangi oleh Lee Min-ki dan Park Shin-yang.
Awal film menampilkan pertunjukan yang dramatis dan menarik perhatian. Saya merasa terkesan dengan bagaimana film ini menampilkan ritual eksorsisme dalam bahasa Korea, sebuah hal baru bagi saya.
Namun, seiring dengan kisah korban yang meninggal, film ini mulai terasa membosankan. Saya menunggu apa yang sebenarnya ingin dikisahkan oleh Hyun Moon-sub.
“Devils Stay” mencoba menampilkan alur cerita eksperimental dengan menggabungkan teknik CGI canggih dan teror dalam film eksorsisme. Upaya kreatif ini patut diapresiasi, terutama memperhatikan bahwa alur utama terjadi dalam tiga hari.
Hyun Moon-sub juga mencoba memisahkan perbedaan waktu dengan tone warna yang berbeda, namun hal ini kadang terasa berlebihan dan membingungkan. Konflik masa lalu seorang karakter yang ikut dimainkan dalam alur cerita utama yang bolak-balik menjadikan film ini terasa ribet.
Meskipun saya akhirnya memahami alur cerita “Devils Stay”, pengalaman tersebut terasa menguras pikiran. Kisah lain yang dicoba dimasukkan oleh Hyun Moon-sub terasa tidak relevan dan bisa dihilangkan tanpa mengurangi alur utama.
Saya harus mengakui upaya tim kreatif menampilkan teror iblis dalam film ini yang berbeda dari kebanyakan film eksorsime. Penggunaan ngengat, minim penampakan dan jumpscare, dan penyelipan komedi dari karakter sampingan menjadi suasana yang menyenangkan.
Sinematografi dan efek visual dalam film ini juga patut diapresiasi. Meskipun tidak banyak dan tidak berlebihan, editing yang halus dan komposisi yang apik membuat visual ini terasa berbobot.
Park Shin-yang berhasil menampilkan perannya sebagai ayah yang berada dalam ‘neraka’ setelah kematian anak kesayangannya dengan sangat baik. Ia tampil mulus memainkan berbagai jenis emosi seperti marah, sedih, kecewa, gusar, bingung, hingga panik dalam waktu singkat.
Namun, sayangnya Park Shin-yang berjuang sendiri dalam film ini. Lee Min-ki, yang menjadi lawan mainnya, tidak banyak membantu dan terasa membosankan.
“Devils Stay” akhirnya tiba di parade kredit dan saya cuma bisa mengambil kesimpulan bahwa gaya konvensional dalam mengisahkan cerita kesurupan tak buruk-buruk amat. (*)










