BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan negara-negara ASEAN harus mempunyai komitmen bersama agar bisa memberantas Demam Berdarah Dengue (DBD). Mengingat hampir semua negara di wilayah ASEAN merupakan daerah tropis yang memiliki banyak permasalahan terkait kasus dengue.
“Jadi hampir semua negara di ASEAN bermasalah dengan dengue. Mulai dari Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia itu kebanyakan bermasalah dengan dengue,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Imram Pambudi saat berada di Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (27/6/2024).
Diakuinya kerja sama dalam pemeberantas kasus dengue sudah ada sejak tahun 2010 melalui KTT ke-19 di Hanoi, Vietnam dengan memperingati ASEAN Dengue Day (ADD).
Ia melanjutkan Indonesia merupakan negara yang mendorong negara di kawasan ASEAN untuk melawan kasus DBD. Sementara itu, secara nasional, angka kasus DBD mengalami peningkatan sekitar 146 ribu, dengan angka kematian mencapai 869 jiwa hingga minggu ke-25.
Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Yudi Pramono mengatakan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi provinsi dengan kasus DBD tertinggi.
Yudi menekankan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk sebagai langkah utama dalam mencegah DBD.
“Fogging tidak langsung berdampak pada jentik nyamuk. Yang kami harapkan penguatan untuk pemberantasan sarang nyamuknya supaya jentik itu tidak berkembang,” ujar Yudi. (uly)







