BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami inflasi sebesar 0,06 persen (mtm). Di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang, inflasi masing-masing mencapai 0,09 persen dan 0,04 persen (mtm), sementara Kabupaten Karimun mengalami deflasi sebesar 0,17 persen (mtm). Secara tahunan, IHK di Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan inflasi sebesar 3,04 persen (yoy), tetap terkendali dalam kisaran target inflasi 2,5±1 persen.
Menurut Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Suryono, inflasi di Provinsi Kepri disebabkan oleh kenaikan tarif angkutan udara selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri. “Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seperti kacang panjang, sawi hijau, ketimun, serta pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, khususnya emas perhiasan seiring dengan meningkatnya harga komoditas emas secara global,” kata Suryono.
Meskipun demikian, beberapa komoditas utama seperti cabai merah, daging ayam ras, kangkung, tomat, dan cabai hijau berhasil menahan laju inflasi, didukung oleh ketersediaan pasokan yang memadai di tengah musim panen dan normalisasi harga pasca HBKN Ramadan dan Idulfitri.
“Inflasi yang terkendali tersebut merupakan hasil dari konsistensi, inovasi, dan sinergi TPID baik di level provinsi maupun kabupaten dan kota se-Kepri dalam melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif),” ucapnya.
Suryono menjelaskan bahwa untuk mendukung keterjangkauan harga, TPID mengintensifkan penyelenggaraan Operasi Pasar Mudah dan Gerakan Pangan Murah yang digelar sebanyak 25 kali operasi pasar di berbagai kabupaten/kota se-Kepulauan Riau sepanjang bulan April 2024.
Sementara itu, untuk mendukung ketersediaan pasokan, TPID Kepri terus memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam pengendalian inflasi melalui Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas pangan dari berbagai daerah, serta melaksanakan bimbingan teknis program budidaya Gerakan Sekolah Menanam (GSM) Cabai di lingkungan SMA/SMK se-Kepri, serta pembangunan greenhouse untuk komoditas cabai merah.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi pasokan terjaga dengan aman agar stok pangan tersedia dalam jumlah yang cukup,” tambahnya.
Dengan adanya langkah-langkah tersebut, TPID berharap dapat terus menjaga inflasi tetap terkendali di Provinsi Kepulauan Riau, meskipun dihadapkan pada risiko tekanan inflasi seperti cuaca, meningkatnya aktivitas masyarakat, dan permasalahan geopolitik yang belum terselesaikan.(*)