Sunday, November 8, 2026
HomeBisnisProyek Industri dan Data Center Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kepri

Proyek Industri dan Data Center Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kepri

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan kinerja impresif. Pada triwulan III 2026, ekonomi Kepri tumbuh sebesar 7,52 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan triwulan II 2026 yang tercatat sebesar 6,99 persen.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera. Bahkan, angka pertumbuhan itu jauh melampaui pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera yang sebesar 4,95 persen dan nasional sebesar 5,47 persen.

Secara kumulatif hingga triwulan III 2026, ekonomi Kepri tumbuh 7,19 persen (cumulative to cumulative/ctc). Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sumatera sebesar 5,04 persen dan nasional sebesar 5,45 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P, mengatakan capaian positif tersebut terutama ditopang oleh sejumlah sektor utama, yakni industri pengolahan, konstruksi, pertambangan dan penggalian, serta perdagangan besar dan eceran.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan tumbuh 7,79 persen dengan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri, yakni 3,18 persen. Disusul sektor konstruksi yang tumbuh 6,61 persen dengan andil 1,25 persen, pertambangan dan penggalian tumbuh 6,26 persen dengan andil 0,73 persen, serta perdagangan besar dan eceran tumbuh 7,99 persen dengan andil 0,66 persen.

BACA JUGA:   HONOR Luncurkan X7d dan X6c: Baterai Tahan Lama dan AI Pintar

Sektor industri pengolahan bahkan mencatatkan akselerasi dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi ini sejalan dengan semakin kuatnya aktivitas manufaktur di Kepri, termasuk industri elektronik yang menjadi salah satu sektor unggulan daerah.

Penguatan industri tersebut juga tercermin dari kinerja ekspor nonmigas Kepri pada triwulan III 2026 yang tumbuh 9,56 persen secara tahunan. Angka ini berbalik positif dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi 0,88 persen.

Sementara itu, sektor konstruksi turut mengalami percepatan seiring berlanjutnya pembangunan di sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan industri, serta proyek pusat data atau data center di Batam.

Adapun sektor pertambangan dan penggalian serta perdagangan besar dan eceran masih mencatatkan pertumbuhan positif, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan periode sebelumnya.

Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Kepri. Pada triwulan III 2026, PMTB tumbuh 5,65 persen dengan kontribusi sebesar 2,38 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Meski melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 24,08 persen, aktivitas investasi tetap terjaga seiring berlanjutnya pembangunan berbagai proyek strategis, khususnya di kawasan industri dan KEK.

Konsumsi rumah tangga juga memberikan kontribusi positif dengan pertumbuhan 4,15 persen dan andil sebesar 1,60 persen. Kondisi tersebut didukung optimisme masyarakat yang masih terjaga.

BACA JUGA:   Calon Peserta UKW Membludak, KJK Tambah Kuota Kelas

Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang berada pada level optimistis, yakni di atas angka 100, dengan rata-rata mencapai 120,08 selama triwulan III 2026.

Selain itu, net ekspor tumbuh 7,31 persen dengan andil 1,18 persen, sejalan dengan kinerja ekspor barang dan jasa yang tetap kuat. Sementara konsumsi pemerintah tumbuh 4,86 persen, meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 15,83 persen.

Inflasi Jadi Perhatian

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang kuat, perkembangan harga kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian. Pada Oktober 2026, Kepri mencatat inflasi sebesar 3,51 persen secara tahunan dan 0,38 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Inflasi bulanan terutama dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai merah, cabai rawit, kacang panjang, bawang merah, dan sawi hijau.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi dengan tingkat inflasi 1,36 persen dan andil sebesar 0,40 persen. Kenaikan harga cabai merah menjadi faktor dominan dengan andil mencapai 0,36 persen terhadap inflasi bulanan.

Menghadapi dinamika tersebut, Bank Indonesia memastikan akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Langkah ini dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

BACA JUGA:   Komisi IV DPRD Batam Panggil 22 Rumah Sakit

Di tingkat daerah, Kantor Perwakilan BI Kepri juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kepri Economic Forum (KEF) 2026 pada 21–22 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan regulator, akademisi, dan pelaku usaha untuk merumuskan strategi memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Penguatan daya saing sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus pembahasan. Strategi yang didorong meliputi digitalisasi, peningkatan kualitas produk dan destinasi wisata, serta perluasan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri pariwisata.

Sementara untuk menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi, termasuk melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Program tersebut dijalankan melalui strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Melalui berbagai langkah tersebut, Bank Indonesia berharap momentum pertumbuhan ekonomi Kepri dapat terus terjaga, sekaligus memastikan stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap kuat di tengah dinamika perekonomian. (*/uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER