Friday, September 11, 2026
HomeBatamKabel Laut Golden Buoy XL Candle Smart Mendarat di Batam Terhubung Sampai...

Kabel Laut Golden Buoy XL Candle Smart Mendarat di Batam Terhubung Sampai Jepang

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pendaratan kabel bawah laut Golden Buoy XL Smart di Tanjung Bemban, Batam, Jumat (11/9/2026), menandai tahapan penting pembangunan sistem komunikasi kabel laut yang menghubungkan Indonesia dengan pusat-pusat konektivitas digital di kawasan Asia.

Infrastruktur sepanjang sekitar 8.000 kilometer ini diproyeksikan memperkuat akses jaringan berkapasitas besar dari Batam menuju Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, hingga Jepang.

Grup Head International Carrier Wholesale and Submarine XL Smart for Business, Alwin Syahriadi, mengatakan pembangunan sistem komunikasi kabel laut tersebut merupakan investasi strategis untuk memastikan Indonesia memiliki infrastruktur konektivitas yang mampu mengimbangi pertumbuhan ekonomi digital.

“Bagi kami, kabel ini adalah investasi strategis untuk memastikan konektivitas Indonesia siap menghadapi kebutuhan ekonomi digital yang terus tumbuh,” ujar Alwin dalam seremoni pendaratan Golden Buoy di Tanjung Bemban, Batam, Jumat (11/9/2026).

Pendaratan Golden Buoy tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dari proyek yang telah dimulai sejak Desember 2024. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ini membentang dari Indonesia, Singapura, hingga Jepang dan dikembangkan melalui kolaborasi XL Smart bersama sejumlah mitra global, yakni Meta, Globe Telecom, IPS Inc., Telekom Malaysia, dan SoftBank Jepang. Proyek tersebut turut didukung teknologi dari NEC.

BACA JUGA:   Dukung Akreditasi, LPPM Uniba Luncurkan Divisi HKI

Menurut Alwin, pemilihan Tanjung Bemban, Batam, sebagai salah satu titik pendaratan dilakukan secara strategis. Batam dinilai memiliki posisi penting karena berkembang sebagai hub bagi perusahaan hyperscaler dan ekosistem digital regional, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat.

Sistem kabel laut tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Kehadirannya diharapkan dapat menghubungkan jaringan pusat data di Batam secara langsung dengan sejumlah pusat konektivitas digital di Asia, sekaligus meningkatkan kapasitas dan keandalan konektivitas internasional Indonesia.

“Infrastruktur ini kami harapkan dapat menyediakan konektivitas internasional yang berkapasitas besar, reliable, dan scalable, guna mendukung kebutuhan cloud, artificial intelligence (AI), serta pertumbuhan ekonomi digital nasional,” kata Alwin.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan infrastruktur tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah, instansi regulator, para mitra, serta seluruh tim yang terlibat dalam proyek.

Alwin berharap pendaratan Golden Buoy menjadi pijakan penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam ekosistem digital global.

“Semoga pendaratan hari ini menjadi pijakan kokoh bagi Indonesia untuk melaju tanpa batas dalam ekosistem digital global,” ujarnya.

BACA JUGA:   Banyak Tak Sesuai, Amsakar Minta BPK Audit Tata Kelola Lahan di Batam

Seremoni tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya tahapan penting dalam pembangunan Golden Buoy Cable System di Tanjung Bemban, Batam, yang diharapkan memperkuat fondasi konektivitas digital Indonesia menuju 2028 dan seterusnya.

Pendaratan kabel bawah laut tersebut turut dihadiri jajaran XL Grup, perwakilan Komdigi, perwakilan pemerintah, dan sejumlah mitra. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER