BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kenyamanan wisatawan mancanegara (wisman) yang menginap di salah satu hotel berbintang di Kawasan Penuin, Kota Batam, Provinsi Kepri terganggu oleh aktivitas penjual tisu dan keripik yang berjualan di depan lobby hotel.
Keluhan tersebut salah satunya datang dari seorang wisatawan asal Singapura yang menginap di hotel tersebut. Ia merasa terganggu dengan keberadaan para pedagang yang menawarkan dagangannya kepada tamu hotel.
Tak hanya sekadar menawarkan, para pedagang tersebut disebut sampai menarik-narik tangan wisatawan agar membeli produk yang mereka jual.
Kondisi itu semakin menjadi perhatian lantaran pedagang yang berjualan di lokasi tersebut berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang bahkan terlihat sedang menggendong anaknya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Marketing Communication Officer salah satu hotel, TF. Pihak hotel memang kerap menerima keluhan dari tamu terkait banyaknya pedagang tisu dan keripik yang berjualan di depan lobby hotel.
“Mereka juga melapor kepada pihak hotel,” kata TF, Rabu (9/9/2026).
Mayoritas tamu yang menginap di hotel tersebut diketahui merupakan wisatawan mancanegara, terutama yang berasal dari Singapura dan Malaysia.
Keberadaan pedagang yang terus menawarkan dagangannya dinilai membuat para tamu, khususnya wisman, merasa tidak nyaman dan terganggu ketika keluar maupun masuk hotel.
Bahkan, ada juga tamu yang memilih memberikan uang secara cuma-cuma kepada pedagang tanpa mengambil produk yang ditawarkan.
Fenomena tersebut menunjukkan adanya situasi yang cukup dilematis. Di satu sisi, para pedagang berusaha mencari penghasilan dengan menjajakan tisu maupun keripik.
Namun di sisi lain, cara menawarkan dagangan yang dinilai terlalu agresif hingga menarik tangan wisatawan dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi tamu hotel.
Ia mengeluhkan banyaknya pedagang yang berjualan di depan lobby tersebut, terlebih tamu hotel mereka didominasi wisatawan dari Singapura dan Malaysia.
Kondisi ini menjadi perhatian karena kenyamanan wisatawan merupakan salah satu hal penting dalam mendukung citra Batam sebagai salah satu daerah tujuan wisata dan pintu masuk wisatawan mancanegara ke Indonesia.
“Biasanya sudah ramai duduk-duduk di depan hotel jam 12an disaat tamu sedang chek out. Dan jam 2 atau jam 3, saat tamu hendak Chek in. Pernah juga begitu tamu keluar dari bus atau mobil mereka langsung mengejar tamu dan kadang sampai tarik tangan,” katanya.

Ia berharap aktivitas ini bisa diamankan oleh pemerintah atau pihak yang terkait. Sehingga para wisman yang berlibur ke Kota Batam bisa lebih nyaman. (uly)










