Tuesday, September 8, 2026
HomeBatamPengusaha Muda KAHMI Batam Dukung Amsakar Maju Kembali Jadi Ketua Umum

Pengusaha Muda KAHMI Batam Dukung Amsakar Maju Kembali Jadi Ketua Umum

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Dukungan terhadap Amsakar untuk maju sebagai Ketua Umum MD KAHMI Kota Batam mendapat perhatian dari kalangan pengusaha muda KAHMI Batam.

Pengusaha muda KAHMI Batam, Refandi Guci menilai dukungan tersebut bukan semata-mata persoalan figur, tetapi lebih pada arah kebijakan dan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk keluarga besar KAHMI Kota Batam.

Menurut Refandi, KAHMI merupakan bagian dari masyarakat Batam yang memiliki beragam profesi dan aktivitas ekonomi. Karena itu, kebijakan pemerintah yang memperkuat dunia usaha, UMKM, investasi, pelayanan publik dan penciptaan lapangan kerja pada dasarnya juga memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung kepada warga KAHMI.

“Bagi kami, dukungan kepada Amsakar kembali maju sebagi kandidat Ketua Umum KAHMI bukan hanya soal siapa yang menjadi pemimpin, tetapi bagaimana kebijakan yang dilahirkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. KAHMI adalah bagian dari masyarakat Batam, sehingga ketika ekonomi masyarakat tumbuh, UMKM berkembang dan iklim usaha semakin baik, tentu alumni KAHMI juga ikut merasakan manfaatnya,” ujar Refandi, Selasa (8/9/2026).

Ia menilai salah satu kebijakan yang patut diapresiasi adalah program dukungan permodalan bagi UMKM hingga Rp20 juta dengan bunga 0 persen dan tenor dua tahun. Kebijakan tersebut, menurutnya, dapat menjadi instrumen penting untuk mendorong pelaku usaha kecil meningkatkan kapasitas bisnis dan secara bertahap naik kelas.

BACA JUGA:   Tarif Listrik Naik, DPRD Batam Minta PLN Sosialisasi Ke Masyarakat

“Persoalan terbesar UMKM sering kali bukan kemauan untuk berusaha, tetapi keterbatasan akses permodalan. Ketika ada skema modal yang ringan, bunga nol persen dan tenor yang cukup, pelaku usaha memiliki ruang untuk mengembangkan usahanya,” katanya.

Refandi juga menilai kebijakan pemberdayaan UMKM tidak boleh berhenti pada pemberian modal. Pelaku usaha membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari akses pasar, tata kelola usaha, peningkatan kualitas produk, digitalisasi, hingga packaging.

Dalam konteks itu, ia mengapresiasi upaya memperluas akses pasar melalui Pojok UKM di Pelabuhan Internasional Sekupang. Menurutnya, keberadaan ruang promosi produk lokal di salah satu pintu masuk dan keluar Batam tersebut merupakan bentuk keberpihakan terhadap pelaku UMKM dengan mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.

“Kalau produk UMKM diberikan akses ke ruang-ruang strategis seperti pelabuhan internasional, maka pemerintah tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membuka pasar. Ini yang dibutuhkan pengusaha,” ujarnya.

KAHMI Menjadi Bagian dari Ekosistem Ekonomi Batam

Refandi mengatakan, keluarga besar KAHMI memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Batam. Alumni HMI tersebar di berbagai bidang, mulai dari pengusaha, profesional, birokrat, akademisi hingga pelaku UMKM.

BACA JUGA:   Rakorda Bangga Kencana Kepri 2026 Hasilkan Rumusan Program, Soroti PJPK dan MBG 3B

Karena itu, menurutnya, kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan penguatan UMKM harus dapat dibaca sebagai peluang bagi KAHMI untuk mengambil peran lebih besar.

“KAHMI jangan hanya menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi Batam. Alumni KAHMI yang bergerak sebagai pengusaha dan profesional harus menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Kita bisa menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan UMKM, investasi, peningkatan kualitas SDM dan inovasi,” kata Refandi.

Ia berharap kebijakan penguatan UMKM ke depan tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pemberdayaan dan kemandirian. Pelaku usaha perlu mendapatkan pendampingan dalam menyusun tata kelola bisnis, pembukuan, pemasaran, branding dan packaging sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan Batam sebagai kota industri dan investasi. Pertumbuhan investasi harus diikuti dengan tumbuhnya pengusaha lokal sehingga manfaat ekonomi pembangunan tidak hanya dinikmati oleh perusahaan besar, tetapi juga masyarakat dan UMKM daerah.

“Investasi harus menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Pengusaha lokal harus mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari rantai pasok industri. Di sinilah pentingnya kebijakan yang mendorong UMKM naik kelas,” tegasnya.

BACA JUGA:   Resmikan Kantor Baru BPBD dan Brida, Amsakar : Dorong Kinerja Lebih Optimal

Dukungan Berbasis Manfaat dan Kebijakan
Refandi menegaskan, dukungannya terhadap Amsakar maju sebagai Ketua Umum didasarkan pada pertimbangan terhadap arah kebijakan dan manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Ia berharap kepemimpinan Amsakar ke depan dapat terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi dan komunitas intelektual, termasuk KAHMI.

“Kami melihat KAHMI memiliki sumber daya intelektual dan jaringan yang besar. Pemerintah membutuhkan gagasan, sementara masyarakat membutuhkan kebijakan yang memberikan solusi. KAHMI bisa berada di tengah sebagai mitra strategis,” ujarnya.

Menurut Repandi, sinergi tersebut dapat diarahkan pada sejumlah agenda strategis, seperti penguatan UMKM, pengembangan pengusaha muda, perluasan akses pasar, peningkatan kualitas SDM, digitalisasi usaha, investasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Jadi dukungan ini kami letakkan dalam perspektif yang lebih luas. Ketika kebijakan pemerintah berpihak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, membuka kesempatan usaha dan memperkuat UMKM, maka KAHMI sebagai bagian dari masyarakat Batam tentu ikut memperoleh manfaat,” kata Refandi. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER