Monday, September 7, 2026
HomeBatamBRT Trans Batam Dikebut, 2027 Siap Punya Lajur Khusus dan Feeder

BRT Trans Batam Dikebut, 2027 Siap Punya Lajur Khusus dan Feeder

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perhubungan terus mendorong transformasi transportasi perkotaan melalui pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam.

Kehadiran sistem transportasi massal berbasis jalan ini diharapkan mampu menghadirkan layanan angkutan umum yang lebih aman, nyaman, terjangkau, serta menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kota Batam.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Batam Dinas Perhubungan Kota Batam, Bambang Sucipto, mengatakan pengembangan BRT merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan dasar sekaligus menata sistem transportasi perkotaan.

Menurutnya, kebijakan penyelenggaraan transportasi perkotaan telah membuka pilihan moda angkutan massal, mulai dari Light Rail Transit (LRT), Mass Rapid Transit (MRT), hingga Bus Rapid Transit (BRT). LRT dan MRT berbasis rel, sedangkan BRT menggunakan jaringan jalan sebagai infrastrukturnya.

“Untuk Kota Batam, berdasarkan infrastruktur yang tersedia dan seiring dengan program prioritas Wali Kota Batam, pemerintah menentukan pilihan untuk menyelenggarakan transportasi massal berbasis jalan melalui BRT yang kita namakan Trans Batam,” ujar Bambang.

Salah satu momentum penting dalam pengembangan Trans Batam terjadi pada 2 Juli 2026, ketika layanan Trans Batam mulai terintegrasi hingga kawasan Bandara Internasional Hang Nadim. Integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan konektivitas antarmoda bagi masyarakat.

Bambang menyebut integrasi tersebut menjadi langkah penting karena masyarakat kini memiliki alternatif transportasi menuju bandara dengan tarif yang terjangkau, serta layanan yang diharapkan semakin aman dan nyaman.

BACA JUGA:   PWI Batam Silaturahmi Bersama Diskominfo Sekaligus Sampaikan Agenda Kerja

“Alhamdulillah, Batam sudah mampu mengintegrasikan layanan transportasi hingga bandara. Masyarakat Batam sekarang dapat menikmati layanan yang murah, aman dan nyaman,” katanya.

Pengembangan BRT Trans Batam ke depan tidak hanya berkaitan dengan penambahan armada dan rute. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan lajur khusus BRT secara bertahap.

Bambang mengatakan, penerapan lajur khusus tersebut telah terlihat di kawasan Bandara Hang Nadim dengan marka atau jalur berwarna merah. Ke depan, konsep serupa akan diterapkan pada koridor-koridor Trans Batam lainnya.

“Kalau sudah pernah ke bandara menggunakan Trans Batam, kita sudah melihat lajur khusus Trans Batam berwarna merah. Ke depannya, secara bertahap lajur Trans Batam akan menggunakan konsep seperti itu,” jelasnya.

Menurut Bambang, lajur khusus tersebut akan ditempatkan pada sisi paling kiri jalan. Pembangunan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi dan ketersediaan infrastruktur jalan.

Selain koridor utama, pemerintah juga menyiapkan pola layanan feeder atau pengumpan untuk menghubungkan permukiman dan kawasan lingkungan dengan jaringan utama BRT.

Pada 2027, pemerintah merencanakan peluncuran empat layanan feeder. Di antaranya rute Dapur 12–Vanindo, Dapur 12–Pasar Melayu, serta sejumlah rute pengumpan di wilayah Tiban dan sekitarnya.

Pengembangan tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan kawasan di Kota Batam.

BACA JUGA:   3.707 Warga Telah Jalani CKG di 21 Puskesmas di Batam

Bambang mengungkapkan, Pemko Batam telah menyusun master plan atau desain besar pengembangan BRT. Dalam rencana tersebut, jaringan koridor utama Trans Batam akan dikembangkan hingga 10 koridor.

Salah satu koridor yang diproyeksikan berada di wilayah Tembesi menuju Galang. Pengembangan jaringan tersebut dinilai penting seiring pertumbuhan kawasan Galang, termasuk keberadaan berbagai pusat aktivitas dan fasilitas yang terus berkembang.

“Pemerintah memiliki kewajiban menghadirkan angkutan umum bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang berkembang. Karena itu, jaringan BRT akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain koridor utama, pemerintah juga menyiapkan sekitar 10 jaringan feeder untuk memperluas jangkauan layanan. Pengembangan feeder tersebut mencakup sejumlah kawasan seperti Batu Ampar, Batu Merah, Sambau, Tiban, hingga kawasan rumah sakit dan permukiman lainnya.

Rute-rute tambahan nantinya akan dikembangkan secara bertahap berdasarkan kebutuhan mobilitas masyarakat.

Di tempat yang sama Anggota DPRD Kota Batam, Suryanto, menyambut positif pengembangan BRT Trans Batam. Menurutnya, pembangunan sistem transportasi massal merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Batam sebagai kota modern.

Ia menilai 2 Juli 2026, saat Trans Batam mulai melayani kawasan Bandara Hang Nadim, menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah perkembangan transportasi massal di Kota Batam.

“Kita sebagai anggota DPRD Kota Batam mengapresiasi langkah ini. Momentum Trans Batam mulai masuk ke bandara menjadi awal beroperasinya sistem Bus Rapid Transit di Kota Batam,” kata Suryanto.

BACA JUGA:   Aweng Dorong Sinergi Media untuk Transparansi Informasi

Ia berharap pengembangan Trans Batam tidak berhenti pada layanan yang sudah ada saat ini. Menurutnya, jaringan BRT harus terus diperluas agar mampu menjangkau seluruh kawasan Batam.

Suryanto juga menyatakan DPRD akan mendorong dukungan anggaran agar pembangunan fasilitas dan layanan BRT, termasuk feeder yang direncanakan pada 2027, dapat dipercepat.

“Kalau bisa kita percepat lagi. Tujuan utamanya adalah bagaimana kita mentransformasikan mindset masyarakat Kota Batam,” ujarnya.

Menurut Suryanto, pengembangan transportasi massal menjadi penting untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi yang berpotensi menyebabkan kemacetan di masa mendatang.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai menjadikan Trans Batam sebagai salah satu pilihan utama dalam melakukan perjalanan sehari-hari.

“Percuma pemerintah mempunyai program yang bagus kalau masyarakat tidak mendukung. Kami mengimbau masyarakat Kota Batam, ayo kita sama-sama menggunakan Trans Batam sebagai opsi transportasi kita,” katanya.

Suryanto optimistis peningkatan kualitas dan jangkauan layanan Trans Batam secara bertahap akan mendorong masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Pengembangan BRT Trans Batam pun diharapkan tidak hanya menjadi proyek pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan budaya mobilitas masyarakat menuju sistem transportasi perkotaan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER