Friday, August 21, 2026
HomeBatamBP Batam-Polri Perkuat Pengamanan, Data hingga Pencegahan Konflik untuk Jaga Iklim Investasi

BP Batam-Polri Perkuat Pengamanan, Data hingga Pencegahan Konflik untuk Jaga Iklim Investasi

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Keamanan dan kepastian investasi menjadi dua hal yang semakin penting seiring dengan berkembangnya Batam sebagai kawasan strategis, pusat industri, perdagangan, dan investasi.

Atas dasar itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat sinergi pengamanan dan penegakan hukum di seluruh wilayah kerja BP Batam.

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BP Batam dan Polri di Balairung Sari BP Batam, Jumat (21/8/2026) pagi.

Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kolaborasi dengan Polri menjadi bagian penting untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan kondisi Batam tetap kondusif bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Menurutnya, posisi geografis Batam yang strategis serta perkembangan iklim investasi yang semakin baik membutuhkan dukungan keamanan yang kuat.

“Substansinya pertama adalah peningkatan kualitas keamanan di seluruh kegiatan di Batam. Kedua, menjaga kondusivitas wilayah,” kata Amsakar.

Ia menjelaskan, MoU tersebut sekaligus merupakan perpanjangan dari nota kesepahaman yang sebelumnya telah dijalin antara BP Batam dan Polri. Namun, perkembangan wilayah kerja dan kewenangan BP Batam membuat penguatan kerja sama tersebut menjadi semakin penting.

BACA JUGA:   Mengganti Nuryanto di DPRD Batam, Gabriel : Saya Ikuti Mekanisme

Amsakar menyebut, wilayah kerja BP Batam yang sebelumnya mencakup delapan pulau kini berkembang menjadi 22 pulau. Di sisi lain, sejumlah kewenangan perizinan yang sebelumnya ditangani secara bersama oleh BP Batam, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah, kini menjadi kewenangan BP Batam.

Perubahan tersebut, kata Amsakar, membuat cakupan tanggung jawab BP Batam semakin luas sehingga membutuhkan dukungan pengamanan dan penegakan hukum yang lebih kuat.

“Karena itu eskalasinya semakin tinggi, dan komitmen kerja sama antara BP Batam dan Polri ini menjadi sesuatu yang penting,” ujarnya.

Bagi Amsakar, keberhasilan kerja sama tersebut tidak dapat diukur hanya dari penandatanganan dokumen. Implementasi di lapangan menjadi ukuran utama untuk memastikan MoU benar-benar memberikan manfaat.

Ia berharap kemitraan BP Batam dan Polri mampu memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban, maupun aktivitas ekonomi di Batam.

Selain aspek pengamanan, kerja sama tersebut juga mencakup pertukaran data antara BP Batam dan Mabes Polri untuk hal-hal yang dinilai penting sesuai dengan ruang lingkup kerja sama.

“Yang paling penting dari nota ini adalah bagaimana dia bisa diimplementasikan,” tegas Amsakar.

BACA JUGA:   DPRD Batam Teruskan Aspirasi Penolakan RUU Penyiaran ke Pusat, Nuryanto : Secara Pribadi Saya Juga Menolak

Polri Dorong Keamanan Beri Kepastian

Sementara itu, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Polri), Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran, menegaskan Polri bersama BP Batam memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat pengamanan dan penegakan hukum di wilayah kerja BP Batam.

Menurut Fadil, keamanan tidak cukup hanya dimaknai sebagai upaya mencegah terjadinya gangguan. Keamanan juga harus mampu menciptakan kepastian bagi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.

“Keamanan harus memberikan kepastian. Kepastian bagi masyarakat untuk beraktivitas, bagi dunia usaha untuk berinvestasi, dan pemerintah untuk terus melanjutkan pembangunan,” kata Fadil.

Karena itu, ruang lingkup kerja sama BP Batam dan Polri tidak hanya berkaitan dengan penempatan personel kepolisian. Kedua institusi juga akan memperkuat pertukaran data dan informasi, pencegahan konflik sosial, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta koordinasi dalam merespons berbagai potensi gangguan.

Fadil menegaskan, seluruh bentuk kerja sama tersebut diarahkan untuk menghasilkan perubahan nyata di lapangan.

“MoU ini jangan berhenti menjadi dokumen. Ukuran keberhasilannya adalah apa yang berubah di lapangan setelah kita menandatangani MoU ini,” ujarnya.

BACA JUGA:   Mengadu ke Leluhur, Gerak awal Warga Melayu Peringati Setahun Tragedi Rempang

Polri Ingin Jadi Mitra Pembangunan

Fadil juga menegaskan bahwa kehadiran Polri di Batam tidak semata-mata sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan.

Hal tersebut dinilai penting mengingat Batam merupakan kawasan strategis sekaligus salah satu pusat industri dan investasi di Indonesia. Stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelaku usaha serta memastikan aktivitas ekonomi dapat terus berkembang.

“Polri ingin hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi sebagai mitra pembangunan. Kita ingin Batam tetap aman, investasi berjalan, ekonomi tumbuh, dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat,” kata Fadil.

Dengan penguatan sinergi tersebut, BP Batam dan Polri diharapkan mampu membangun ekosistem yang semakin aman dan kondusif. Kondisi itu menjadi modal penting agar aktivitas investasi, perdagangan, industri, serta pembangunan di Batam dapat berjalan secara berkelanjutan.

Penguatan kerja sama juga diharapkan tidak berhenti pada koordinasi kelembagaan, tetapi diterjemahkan dalam langkah konkret melalui pengamanan, pertukaran informasi, pencegahan konflik, penegakan hukum, serta respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan di wilayah kerja BP Batam. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER