BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) mulai memberi efek nyata bagi masyarakat, khususnya calon penumpang di Batam. Dalam waktu dekat, harga tiket pesawat berpotensi mengalami penyesuaian seiring meningkatnya biaya operasional maskapai.
Meski demikian, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim dipastikan tetap berjalan normal. PT Bandara Internasional Batam (BIB) menegaskan bahwa stabilitas layanan tetap menjadi prioritas di tengah tekanan biaya industri aviasi.
Direktur Utama PT BIB, Annang Setia Budhi, menyampaikan bahwa pergerakan penumpang dari dan menuju Batam masih relatif stabil. Pihaknya terus memantau tren tersebut seiring adanya dinamika kenaikan tarif dari maskapai.
“Pihak bandara terus memantau tren pergerakan penumpang, baik kedatangan maupun keberangkatan, seiring dinamika biaya operasional maskapai yang meningkat,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Diakuinya kenaikan harga tiket ini tak lepas dari lonjakan harga avtur yang menjadi komponen utama dalam operasional penerbangan. Bahkan, biaya bahan bakar dapat menyumbang sekitar 30-40 persen dari total biaya operasional maskapai.
Kondisi ini membuat sejumlah maskapai nasional seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink mulai mengisyaratkan penyesuaian tarif. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah menjaga keberlanjutan bisnis di tengah tekanan biaya yang terus meningkat.
Menanggapi situasi ini, BIB mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam merencanakan perjalanan. Calon penumpang disarankan memesan tiket lebih awal serta rutin memantau kanal resmi maskapai guna mendapatkan harga terbaik atau promo yang masih tersedia.
“Penyesuaian tarif memang berdampak langsung pada masyarakat. Karena itu, perencanaan perjalanan yang lebih matang menjadi penting,” kata Annang.
Di sisi lain, pihak bandara memastikan berbagai upaya efisiensi operasional terus dilakukan. Hal ini bertujuan menjaga kelancaran layanan sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem penerbangan di Batam.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya juga telah menjelaskan bahwa harga avtur sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Lonjakan harga energi global menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan biaya tersebut.
Meski menghadapi tantangan, operasional Bandara Hang Nadim tetap berjalan lancar dan diharapkan mampu menjaga konektivitas udara di Kepulauan Riau. Peran strategis bandara ini dinilai penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi daerah.
Sementara itu, penyesuaian tarif oleh maskapai akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengacu pada batas tarif yang telah ditetapkan pemerintah. Maskapai juga berkomitmen tetap menghadirkan promo di periode tertentu guna menjaga daya beli masyarakat. (uly)







