BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menegaskan arah pembangunan yang berfokus pada pemerataan layanan publik dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 15 program unggulan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra berhasil direalisasikan dan dirasakan langsung oleh warga.
Capaian tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Batam Tahun 2027 yang digelar di Aula Engku Hamidah Pemko Batam, Selasa (6/1/2026).
Program-program ini menjadi bagian dari percepatan visi Batam sebagai Kota Madani yang inovatif, berkelanjutan, dan berbudaya, sekaligus pusat investasi dan pariwisata.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian serius adalah pemenuhan layanan air bersih.
Hingga akhir 2025, jumlah sambungan pelanggan air bersih di wilayah mainland mencapai 326.663 sambungan, sementara di wilayah hinterland bertambah menjadi 7.684 sambungan.
Pencapaian ini mencerminkan upaya Pemko Batam dalam memperluas akses layanan dasar hingga ke pulau-pulau.
Dalam penanganan banjir, pemerintah membangun rumah pompa banjir Sungai Jodoh guna mengurangi risiko genangan di kawasan rawan. Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang penataan kota agar lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Bidang kesehatan dan perlindungan sosial juga mengalami penguatan signifikan. Anggaran program pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam meningkat dari Rp46,7 miliar pada 2024 menjadi Rp79 miliar pada 2025.
Selain itu, Pemko Batam memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 24.642 pekerja rentan, meliputi pengemudi online, nelayan, petani, dan pekerja sektor informal lainnya.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, pemerintah menyalurkan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta kepada 1.500 pelaku UMKM. Program ini diharapkan memperkuat ketahanan usaha kecil dan mendorong kemandirian ekonomi lokal.
Sektor pendidikan menjadi pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Pemko Batam menyediakan seragam sekolah dan baju Melayu gratis bagi siswa baru SD dan SMP yang menjangkau lebih dari 52 ribu pelajar. Selain itu, beasiswa perguruan tinggi diberikan kepada mahasiswa hinterland serta siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu di tujuh perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Dukungan infrastruktur pendidikan juga direalisasikan melalui pembangunan 42 Ruang Kelas Baru (RKB) dan 2 Unit Sekolah Baru (USB) sepanjang 2025.
Peningkatan kualitas tenaga kerja dilakukan melalui 108 jenis pelatihan yang diikuti 4.433 peserta, disesuaikan dengan kebutuhan industri dan pengembangan ekonomi kreatif.
Di sektor infrastruktur dan transportasi, Pemko Batam mempercepat pembangunan jalan lingkar utara Batam Center serta mengembangkan sistem transportasi publik terintegrasi melalui Trans Batam dan rencana LRT. Saat ini, sembilan koridor Trans Batam melayani sekitar 5.000 penumpang per hari.
Pengelolaan lingkungan turut diperkuat dengan pembentukan UPT Persampahan di tiga wilayah sebagai langkah pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kebersihan kota.
Sementara itu, sektor pariwisata dan investasi terus didorong melalui pengembangan destinasi MICE serta penguatan jaringan hotel, guna menjaga iklim investasi dan memperkuat posisi Batam sebagai gerbang pariwisata internasional.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa seluruh program dijalankan dengan orientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan harus dirasakan langsung oleh warga. Itulah yang menjadi arah kebijakan kami bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra,” ujar Amsakar.
Melalui berbagai capaian tersebut, Pemko Batam menegaskan pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan, keberlanjutan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (uly)










