Tuesday, June 30, 2026
HomeBatamDLH Uji Emisi 1500 Kendaraan di Batam

DLH Uji Emisi 1500 Kendaraan di Batam

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Menjaga kualitas udara di Kota Batam, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam mengadakan uji emisi untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Kota Batam IP mengatakan uji emisi digelar di tiga lokasi di Kota Batam.

Yakni di Spot Temenggung Abdul Jamal, depan Top 100 Tembesi dan Laluan Madani Batam Center. Pihaknya menargetkan sebanyak 1.500 kendaraan di Batam lakukan uji emisi.

Adapun kendaraan yang dilakukan uji emisi adalah kendaraan yang menggunakan bahan bakar Pertalite dan Solar.

“Hal ini untuk melihat kualitas udara di Kota Batam. Uji emisi ini kita laksanakan sejak Selasa hingga Kamis ini, sudah hampir 1.500 sampel. Yang kita ambil sampelnya adalah kendaraan yang usianya di bawah 3 tahun, terhitung dari tahun 2020,” ujar IP, Kamis (18/7/2024).

Diakuinya sebagian besar kendaraan pengguna bahan bakar solar tidak lulus uji emisi.  Hal itu disebabkan oleh kurangnya pemiliharaan terhadap kendaraan tersebut.

“Solar lebih dari 30 persen tidak lulus emisi. Penyebabnya karena jenis bahan bakar dan juga pemeliharaan mobilnya. Kalau tidak lulus ya kita minta pengendaraa memperbaiki lagi kendaraannya dan di uji kembali nanti,” katanya.

BACA JUGA:   Momen Idul Fitri, Amsakar : Kebersamaan dan Kolaborasi Penting Dalam Membangun Batam

IP mengatakan seluruh kendaraan yang  sudah dilakukan uji emisi diberikan tanda berupa stiker.

“Kendaraan lulus yang dikasih label stiker, yang tidak lulus juga dikasih label. Jadi petugas nanti memberikan penjelasan bagi pengendara yang kendaraannya tidak lulus uji emisi, untuk lakukan pemeliharaan dan di uji kembali,” kata IP.

Teknisi Uji Emisi Kendaraan Bermotor Gana Sugantana menyampaikan kendaraan yang hasil uji emisi dengan CO di bawah 1 persen, maka kendaraan tersebut dinyatakan lulus.

Sementara kendaraan yang hasil uji emisi dengan CO di atas 1 persen, maka kendaraan tersebut dinyatakan tidak lulus.

“Ada salah satu mobil tadi CO-nya 1,5 persen. Setelah ditanya ternyata mobil yang bersangkutan pernah overheat, servic nya tidak tuntas,” ujarnya. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER