Thursday, April 16, 2026
HomeBatamSKK Migas Tingkatkan Kolaborasi Bersama Pemda Dalam Produksi Migas

SKK Migas Tingkatkan Kolaborasi Bersama Pemda Dalam Produksi Migas

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggelar kegiatan Pre Indonesia Upstream Oil & Gas Supply Chain Management & National Capacity Building Summit 2024 (IOG SCM & NCB Summit 2024). Kegiatan ini di gelar di Hotel Radisson, Kota Batam, Provinsi Kepuluan Riau (Kepri) pada 3-4 Juli 2024.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku industri hulu migas, termasuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan pemangku kepentingan lainnya. Untuk berkolaborasi dan mencari solusi atas berbagai tantangan dalam mencapai target produksi migas nasional.

“Forum ini dimaksudkan untuk upaya agar ada kolaborasi yang lebih baik antara pemain migas termasuk supply chain-nya,” ujar Dwi, Rabu (3/7/2024).

Diakuinya pentingnya forum ini untuk mendorong kolaborasi lebih baik antara pemain migas dan rantai pasoknya.

Ia melanjutkan bahwa pengadaan di sektor hulu migas mencapai sekitar USD 5 miliar atau Rp 75 triliun per tahun, dengan 58 sampai 60 persen di antaranya merupakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

BACA JUGA:   Apel Gabungan Pegawai Tahun 2025: Wali Kota Rudi Ajak Pegawai Kompak Bangun Batam

Sehingga, kata dia, ada potensi sekitar Rp 45 triliun per tahun yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional. Namun, ia menilai bahwa kualitas dan ketepatan waktu masih menjadi tantangan utama yang perlu diselesaikan.

“Potensi kita masih akan banyak ke depan. Proyek dan investasi hingga tahun 2024 ini kita perkirakan mencapai USD 17 miliar atau sekitar Rp 255 triliun,” tambah Dwi.

Ditempat yang sama, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko menyebutkan, bahwa kegiatan pengeboran terus meningkat dan diharapkan bisa dipenuhi oleh kemampuan nasional. Forum ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman antara KKKS dan vendor, sehingga kebutuhan proyek dapat dipenuhi dengan lebih baik.

Apalagi di Kepri, khususnya di Kota Batam memiliki banyak perusahaan-perusahan yang berpotensi menjadi produsen dan konsumen dari kegiatan hulu migas di Kepri.

Dengan semakin banyaknya kolaborasi antara semua pemangku kepentingan dalam rantai pasok hulu migas, diharapkan kemampuan TKDN terus meningkat dan proyek-proyek migas dapat berjalan lebih efisien, tepat waktu, dan berkualitas tinggi.

BACA JUGA:   Suryanto Soroti Pemerintah Kurang Sosialisasi Pembangunan Kantor Lurah Sukajadi

“KKKS dengan vendor bisa saling memahami posisi masing-masing. Sehingga KKKS bisa membutuhkan vendor, dan vendor mengetahui kebutuhan KKKS, maka diharapkan memenuhi kebutuhan KKKS sesuai yang dibutuhkan,” kata Rudi.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri, Luki Zaiman Prawira berharap agar penyediaan produk-produk yang ada dapat melibatkan vendor pihak ketiga dari wilayah Kepri.

“Ini peluang yang harus kita tangkap. Selain itu, ada tantangan yang harus dipenuhi oleh vendor-vendor dalam negeri. Kita juga meminta mereka berkomitmen meningkatkan kemampuan TKDN. Ini peluang besar meningkatkan kualitas pemain-pemain kita. Sehingga dengan potensi ini, ada perputaran uang di Kepri,” ujar Luki.

Menurutnya Provinsi Kepri, memiliki potensi alam yang sangat kaya, termasuk migas seperti yang berada di Kabupaten Anambas dan Kabupaten Natuna yang bisa dieksplorasi.

Pihaknya juga mengapresiasi kegiatan ini, ia menilai kegiatan ini penting karena SKK Migas telah menunjukkan itikad baik dengan memfasilitasi pertemuan antara KKKS dan perusahaan-perusahaan lokal.

BACA JUGA:   Resmikan Kantor Baru BPBD dan Brida, Amsakar : Dorong Kinerja Lebih Optimal

“Mudah-mudahan mereka produksi di sini, ada kontribusi daerah dari kita khususnya wilayah-wilayah sekitar eksplorasi. Seperti CSR SKK Migas yang sudah mendukung kita,” ungkapnya.

Salah satu pesertanya adalah Pertamina Patra Niaga. Pihaknya turut berpartisipasi dalam event Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 Batam. Acara ini digelar di Hotel Radisson, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Kami dari Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari Pertamina Persero sesuai dengan tema kali ini adalah Collaboration,” kata Manager Industrial Sales PT Pertamina Patra Niaga, Samuel Hamonangan Lubis, Rabu (3/7/2024).

Pertamina Patra Niaga berkomitmen target pemerintah dari sisi kebutuhan energi K3S. Mereka tampak mempromosikan bisnis-bisnis pertamina yakni BBM, Petrochemical, Lubricant, juga termasuk Aviasi dan LPG.

“Kami hadir di sini menawarkan produk-produk itu, sehingga kerjasama antara Pertamina Patra Niaga dengan kontraktor K3S dapat terjalin sesuai dengan produk yang ditargetkan SKK Migas. Jadi semua kebutuhan untuk mendukung program SKK Migas mencapai One Billion Barrel produksi minyak akan kita dukung,” kata Samuel. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER