Monday, April 20, 2026
HomeBatamTekan Angka Perceraian di Batam, YKKPA Sediakan Layanan Konseling Keluarga

Tekan Angka Perceraian di Batam, YKKPA Sediakan Layanan Konseling Keluarga

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Tingkat perceraian di Batam masih tinggi. Selain itu kasus perundungan di sekolah terutama di tingkat SMA di Batam juga masih sering terjadi.

Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Anak (YKKPA), Achyar P. Nasution. Dalam upaya menekan angka perceraian dan perundungan anak tersebut YKKPA melakukan sosialisasi dan perlindungan terhadap korban kekerasan di rumah tangga maupun di sekolah.

“Selama tahun 2023 lalu, kita melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, terutama SMA dan SMK dalam menekan perundungan ini. Selain itu juga berperan menjadi mediator dan memberikan konseling terhadap keluarga yang bermasalah,” ungkap Achyar, Kamis (23/5/2024).

Dalam silaturahmi tersebut pengurus YKKPA membahas program yang telah dijalankan pada tahun 2023 dan membicarakan langkah-langkah selanjutnya di tahun 2024, ini.

Sekilas YKKPA didirikan tahun 2022 lalu oleh sejumlah tokoh masyarakat Batam. Di antaranya, Achyar P. Nasution, Rahman Usman, Sayuti, Osman Hasyim, dan ada juga nama Taba Iskandar yang merupakan anggota DPRD Kepri.

Didirikannya YKKPA atas dasar keprihatinan mereka dengan tingginya angka perceraian di Batam yang ujungnya korbannya adalah anak. Pihaknya juga mengadakan konseling tentang permasalahan keluarga, misalnya perselisihan antara suami isteri dan juga terhadap anak.

BACA JUGA:   Zulkarnain Ingatkan Tidak Gunakan Visa Umrah Untuk Berhaji

“Banyak problem anak yang terjadi. Mereka ditemani orangtuanya menyampaikan ke kita untuk konseling,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, program yang diutamakan lagi adalah sosialisasi mengenai Bullying atau perundungan kepada siswa-siswi SMA/SMK. Mengenai Bullying terjadi di sekolah-sekolah yang makan korban, program ini untuk mencegah.

“Jadi memang program ini dibuat untuk meredam tingkat perceraian di Kota Batam yang sangat tinggi,” katanya.

Ia menambahkan masih banyak lagi sekolah yang belum disosilaisasikan. Pada tahun 2024 ada juga sosialisasi 1 sekolah swasta.

“Kami akan lakukan lagi tingkat SMA terutama kelas 10 dan 11. Tingkat SD dan SMP perlu hanya tenaga terbatas,” katanya.

Selanjutnya sosialisasi pernikahan dini atau perkawinan dibawah umur. Kemudian ada juga konseling pranikah untuk diberikan nasihat.

“Tidak hanya satu agama. Tapi universal. Kita akan sesuaikan konselernya,” katanya.

Langkah bagaimana mencukupi tenaga konseler? Selain interen kedepan pihaknya akan merekrut dari luar.

“Misalnya konsultan. Kita ada kerjasama dengan kita juga. Waktu melakukan sosilasiasi kita lihat kondisi dari sekolah itu. Misalnya harus sesuaikan dengan ujian,” ujarnya.

BACA JUGA:   Li Claudia Siap Jalankan Visi dan Misinya Bersama Amsakar di Pilwako Batam

Ditempat yang sama, Pengurus Yayasan YKKPA, Sayuti mengatakan berdirinya YKKPA ini karena ada keprihatinan tokoh masyarakat dengan kondisi keadaan kota Batam. Pertama masih ditemui keterlantaran anak-anak terhadap ketidakmampuan dalam bersikap, kemudian adanya pembiaran dari orangtua.

“Kita juga sudah melakukan survey terhadap pengadilan agama, Dinas Pendidikan, Kepolisian dan lainnya tingkat perceraian di Batam tinggi. Hal ini terjadi karena kurangnya kemapuan pasangan mengantisipasi perselisihan dalam rumah tangga. Mereka diimingi-imingi harus membayar. Yayasan ini Nirlaba karena akan didukung oleh beberapa perusahaan dan sponsor yang memahami pentingnya yayasan ini. Kami memang sedang berupaya bekerjasama Disdik, Pemberdayaan perempuan,” paparnya. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER