BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menjanjikan peringatan May Day pada 2025 mendatang dilakukan di hotel untuk seluruh buruh di Kota Batam. Hal itu dismpaikan di depan ratusan massa buruh saat aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam.
Menurutnya, apabila kesejahteraan para buruh di Kota Batam sudah terpenuhi, pelaksanaan May Day tidak lagi dilaksanakan di depan kantor pemerintahan, melainkan di hotel.
“Mau bikin di hotel? Tahun depan kita bikin di hotel, pak Sekda (Sekertaris Daerah) yang bayar, sepakat? Jadi tidak perlu berjemur-jemur seperti ini,” kata pria berbaju kotak-kotak merah ini, Rabu (1/5/2024)
Selain itu, Rudi juga menjanjikan menyelesaikan permasalahan jalan buruk di Kota Batam seperti tuntutan buruh karena banyak menyebabkan kecelakaan.
“Target saya sampai tahun 2029/2030 seluruh jalan utama, jalan lingkungan selesai. Jadi doakan semoga semua pembangunan bisa selesai, sehingga ekonomi bisa lebih bagus, kalian banyak dapat duit, sehingga PPH (pajak penghasilan) 21 tidak menjadi masalah,” katanya.
Untuk masalah PPH 21 yang minta diturunkan buruh kata Rudi, itu adalah aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.
“Maka kita semua harus kompak, kirim ke pak Presiden tentang kenaikan gaji. Nanti kita atur konsep suratnya, saya yang tandatangan,” ujar Rudi.
Ia juga mengucapkan selamat kepada buruh di Kota Batam. Ia berharap ekonomi Kota Batam semakin bertumbuh dan pekerja di Kota Batam semakin sejahtera.
“Jalan sudah, pajak sudah, may day di hotel itu janji saya. Kalau lupa tagih ke Sekda, saya sudah minta masukkan anggarannya. Tapi tidak bertemu Haji Muhammad Rudi lagi, karena jabatan saya sudah habis. Jadi tergantung kalianlah semuanya ini, kalau kompak maka jadilah semua ini,” katanya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan buruh tiba di Kantor Wali Kota Batam pukul 11.00 WIB.
“Mereka sedang di Temenggung ada pengarahan dari Pak Kapolda,” kata dia saat dijumpai di Kantor Wali Kota Batam.
Ia memperkirakan massa yang turun berkisar 500 hingga seribu orang. Beberapa hal yang menjadi aspirasi buruh di antaranya terkait pajak penghasilan yang dinilai cukup memberatkan.
“Potongan pajak penghasilan yang diterapkan cukup tinggi. Karena kebijakan ini dipusat jadi harus difollow up lagi,” ujarnya.
Mengingat kondisi yang cukup panas hari ini, ia berharap buruh bisa menjaga kesehatan mereka. Pihaknya juga menyediakan air minum untuk buruh, Snack bagi buruh yang berdemo hari ini.
“Tetap sehat tentunya. Jangan sampai ada yang pingsan karena lagu aksi,” ujarnya.
Mengenai tuntutan buruh, Rudi menjelaskan akan mengikuti sesuai prosedur. Pihaknya akan melanjutkan ke tingkat pusat sesuai dengan tuntutan yang disampaikan.
“Kalau untuk pajak tentu ke Kemenkeu. Ada juga soal Omnibuslaw kepada presiden baru, tunggu dilantik dulu. Tapi semua akan difollow up,” katanya. (pys)







