Monday, September 14, 2026
HomeBatamKabut Asap Selimuti Batam, Bandara Hang Nadim Tetap Beroperasi Normal dan Aman

Kabut Asap Selimuti Batam, Bandara Hang Nadim Tetap Beroperasi Normal dan Aman

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kondisi kabut asap yang menyelimuti kawasan Batam belum mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Hingga saat ini, seluruh aktivitas penerbangan di bandara tersebut masih berjalan normal dan aman.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan kondisi jarak pandang (visibility) di kawasan Bandara Hang Nadim pada siang ini berada di kisaran 4.000 meter.

Menurutnya, jarak pandang tersebut masih berada pada kondisi yang sangat aman untuk mendukung aktivitas lepas landas (take-off) maupun pendaratan (landing). Kondisi visibility juga belum menyentuh batas minimum keselamatan penerbangan.

“Hingga saat ini operasional di Bandara Internasional Hang Nadim tetap berjalan normal dan aman,” kata Annang, Senin (14/9/2026).

Ia menegaskan, sampai saat ini tidak terdapat pengalihan penerbangan (divert), pembatalan (cancellation), maupun keterlambatan (delay) yang disebabkan oleh kondisi cuaca ataupun kabut asap di Batam.

Adapun penerbangan Lion Air rute Pontianak menuju Batam yang dijadwalkan berangkat pukul 09.35 LT mengalami penyesuaian jadwal atau retiming. Namun, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kabut asap di Batam.

BACA JUGA:   Ujian Nasional Kembali Digelar Tahun 2025, Kota Batam Dimulai dari Tingkat SMA

Retiming penerbangan tersebut terjadi akibat kondisi jarak pandang di bandara asal, yakni Bandara Supadio, Pontianak, yang berada di bawah batas minimum keselamatan penerbangan (below visibility).

“Secara umum, kondisi jarak pandang di Bandara Hang Nadim Batam sendiri masih sangat aman untuk melayani aktivitas penerbangan,” ujarnya.

Meski kondisi penerbangan masih normal, manajemen BIB tetap melakukan pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan. BIB berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia untuk melakukan pemantauan secara real-time.

Selain pemantauan kondisi cuaca dan jarak pandang, manajemen BIB juga menyiapkan sejumlah skenario mitigasi operasional serta pelayanan penumpang di terminal. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila terjadi perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi operasional penerbangan.

Seluruh langkah mitigasi tersebut tetap mengacu pada standar keselamatan penerbangan yang berlaku. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER