BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Rutan Kelas IIA Batam tengah bersiap mendukung program nasional yang melibatkan Yayasan Projo 08 dalam pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang harus dijalankan secara tegak lurus oleh jajaran di bawahnya.
Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menjelaskan bahwa program MBG akan melibatkan warga binaan sebagai tenaga kerja.
Khususnya dalam proses pengolahan makanan seperti memasak, pemotongan bahan, hingga pekerjaan dapur lainnya. Namun, tidak semua penghuni rutan dapat terlibat.
Dari total lebih dari seribu orang di Rutan Batam, sekitar setengahnya masih berstatus tahanan, sementara sisanya telah berstatus narapidana.
Program ini secara khusus akan melibatkan narapidana yang telah melalui proses asesmen untuk memitigasi risiko dan memastikan keamanan.
“Mereka yang terlibat adalah narapidana yang sudah dinilai layak melalui asesmen. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Fajar.
Untuk tahap awal, dibutuhkan sekitar 40 orang pekerja. Namun, komposisi tenaga kerja tidak sepenuhnya berasal dari warga binaan.
Pihak rutan juga membuka peluang bagi keluarga petugas serta keluarga warga binaan yang membutuhkan pekerjaan untuk ikut serta. Hal ini dilakukan sebagai strategi untuk menekan potensi risiko.
“Tidak semua dari 40 orang itu warga binaan. Kami kombinasikan dengan masyarakat luar, termasuk keluarga petugas dan keluarga warga binaan,” ujarnya.
Lokasi kegiatan MBG sendiri tidak berada di dalam rutan, melainkan di luar. Para pekerja nantinya akan berangkat ke lokasi untuk memasak, lalu kembali ke rutan setelah selesai bekerja.
Sementara itu, untuk distribusi makanan ke sekolah dan pesantren akan ditangani oleh pihak yayasan. Rutan hanya berperan dalam penyediaan tenaga kerja dan turut membantu dalam pencarian penerima manfaat seperti sekolah, pesantren, serta kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui di lapas perempuan.
Program ini disebut telah memasuki tahap finalisasi, setelah sebelumnya melalui proses komunikasi dan penjajakan dengan pihak yayasan. Pelaksanaannya direncanakan akan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri.
Fajar menegaskan bahwa sebagai bagian dari jajaran pemerintah, pihaknya wajib mendukung program ini.
“Terlepas dari apapun, ini program presiden. Kami harus mendukung dan menjalankannya,” tegasnya.
Untuk keberlanjutan program, pihak rutan juga menyiapkan sistem rotasi dan cadangan tenaga kerja dari warga binaan yang telah diasesmen, sehingga program tetap berjalan meskipun ada pergantian individu. (uly)







