BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi kunci untuk menghadapi derasnya arus migrasi dan dinamika kebutuhan industri di Batam.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pembukaan program pelatihan “IAS Terampil” yang digelar PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS), sub-holding InJourney, di Gedung Dinas Perhubungan Kota Batam.
Menurut Amsakar, pertumbuhan investasi Batam yang mencapai Rp54,74 triliun atau 91 persen dari target, seharusnya berbanding lurus dengan penurunan angka pengangguran. Namun tingginya arus migrasi membuat persaingan tenaga kerja semakin ketat.
“Tingkat pengangguran itu mencapai 70,68 persen, setara 70 ribuan orang. Artinya investasi tidak korelasi dengan tingkat pengangguran karena Batam ini seperti negeri yang banyak gula sehingga dikerumuni semut. Rekan-rekan dari berbagai daerah masuk ke Batam, sehingga kompetensi tenaga kerja harus punya daya saing,” ujar Amsakar, Senin (8/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa tren investasi di Batam telah bergeser dari padat karya ke padat modal, sehingga membutuhkan SDM dengan keterampilan khusus. Karena itu, ia mengapresiasi program “IAS Terampil” yang memberikan pelatihan Basic Cargo selama 9 hari kepada 50 peserta, bekerja sama dengan PT Gapura Angkasa dan menggandeng Dishub Kota Batam serta Lembaga Adat Melayu (LAM) untuk memprioritaskan warga lokal.
Amsakar berharap seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini secara optimal, terlebih kesempatan untuk melanjutkan ke On The Job Training (OJT) di regional station IAS Group dan peluang berkarier di industri aviasi.
“Selamat mengikuti pelatihan. Semoga ini meningkatkan kompetensi tenaga kerja Batam, menekan angka pengangguran, dan membuat anak-anak kita memiliki talenta yang menguasai bidang tertentu dalam pekerjaannya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Komersial IAS, Muchdian Muchlis, yang membuka acara, menegaskan program ini sebagai bukti komitmen IAS dalam mencetak tenaga terampil di sektor penerbangan.
“IAS Terampil bukan hanya pelatihan, tetapi gerakan untuk membuka akses lebih luas bagi masyarakat agar memiliki kompetensi dan kesempatan kerja yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan teori, praktik, pemahaman prosedur penanganan kargo di bandara, sertifikasi kompetensi, mentoring, hingga kesempatan OJT di berbagai unit IAS Group. Program ini juga menjadi bagian dari TJSL IAS 2025 yang fokus pada peningkatan kualitas pendidikan.
Kadishub Kota Batam, Leo Putra, turut menilai pelatihan ini sangat relevan dan berstandar nasional.
“Pelatihan seperti ini jarang di Batam. Harapan saya mereka bisa terserap, terutama yang tak bisa melanjutkan kuliah tapi memiliki potensi,” kata Leo.
Dengan terselenggaranya program ini, pemerintah kota bersama IAS berharap semakin banyak SDM lokal Batam memiliki daya saing dan siap mengisi kebutuhan tenaga kerja sektor aviasi, termasuk di Bandara Hang Nadim. (uly)










