Wednesday, April 22, 2026
HomeBatamFJP Kepri Resmi Dikukuhkan, Siap Jadi Motor Pemberitaan Pariwisata Daerah

FJP Kepri Resmi Dikukuhkan, Siap Jadi Motor Pemberitaan Pariwisata Daerah

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri resmi dikukuhkan dalam sebuah acara sederhana di Restoran Ocean Seafood, Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (5/12/2025). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin, yang juga ditetapkan sebagai Pembina FJP Kepri.

Acara ini turut dihadiri berbagai komunitas dan paguyuban budaya yang ada di Batam, mulai dari Paguyuban Banten, Paguyuban Melayu Barelang, Paguyuban Betawi, Paguyuban Palembang, hingga sejumlah komunitas lain yang selama ini aktif menghidupkan warna budaya di Kota Batam.

Dalam sambutannya sebelum pengukuhan, Wahyu Wahyudin menegaskan pentingnya kolaborasi antara jurnalis, pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas budaya dalam membangun ekosistem pariwisata Kepri. Menurutnya, keberagaman suku di Batam merupakan modal besar untuk menciptakan daya tarik wisata berbasis budaya.

“Batam ini rumah dari ratusan paguyuban. Sinergitas dengan komunitas harus diperkuat, karena ragam budaya itu bisa menjadi daya tarik wisata yang luar biasa,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan bahwa keberadaan FJP Kepri dapat menjadi jembatan komunikasi serta motor penggerak promosi pariwisata daerah.

BACA JUGA:   Lang-lang Laut Kecam Pengrusakan Baliho Rudi-Rafiq, Tim Relawan Minta Bawa Ke Ranah Hukum

Surya Wijaya, praktisi pariwisata Kepri sekaligus Founder Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) yang kini ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif FJP Kepri, menegaskan bahwa forum ini hadir untuk menjawab kebutuhan industri pariwisata Kepri yang terus berkembang.

Ia menyebut keberadaan jurnalis pariwisata sangat penting terutama di Batam yang selama ini mengklaim diri sebagai kota wisata dan menjadi pintu gerbang wisatawan mancanegara.

“Forum ini nantinya akan memberikan pemberitaan yang terukur tentang pariwisata Kepri, apalagi kita berada berdampingan langsung dengan dua negara penghasil wisman terbesar, yaitu Singapura dan Johor (Malaysia),” ujarnya.

Surya Wijaya, menegaskan bahwa pembangunan pariwisata daerah harus kembali kepada konsep Pentahelix sebagaimana diatur dalam regulasi kepariwisataan nasional. Menurutnya, tanpa kolaborasi lima unsur akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media, pariwisata hanya akan berjalan sporadis dan tidak menghasilkan destinasi yang berkelanjutan.

“Bicara pariwisata wajib memenuhi lima unsur, termasuk paguyuban. Tidak bisa bergerak sendiri-sendiri,” ujar Surya yang juga merupakan  Ketua Himpunan Praktisi Tour Leader Indonesia (HIPTI) Provinsi Kepulauan Riau.

BACA JUGA:   Amsakar - Li Claudia Tinjau Kondisi Jalan Laksamana Bintan dan Jalan Raja Isa

Program Awal: Buku Saku hingga Pelatihan Bahasa Asing

Surya menjelaskan, FJP Kepri akan memulai sejumlah program pengembangan kapasitas bagi jurnalis.

Pertama, forum akan menerbitkan buku saku atau pedoman pariwisata sebagai referensi dalam liputan dan penulisan berita. Buku saku ini diharapkan menjadi standar informasi bagi anggota FJP Kepri.

Kedua, forum juga akan mengadakan pelatihan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, untuk meningkatkan kemampuan jurnalis dalam berinteraksi dengan wisatawan dan narasumber internasional.

“Langkah-langkah ini akan kita lakukan bertahap. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan jurnalisme pariwisata yang profesional, kritis, dan mendukung kemajuan destinasi di Kepri,” katanya. (*/uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER