BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menilai sinergi antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan DPRD periode 2024–2029 menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas dan mempercepat pembangunan di daerah itu.
Dalam sambutannya pada peringatan HUT ke-25 DPRD Kota Batam, Jumat (31/10/2025), Amsakar menyebut hubungan eksekutif dan legislatif saat ini berada pada titik paling harmonis dalam satu dekade terakhir.
Menurutnya, suasana kebersamaan dan koordinasi yang solid di lingkungan DPRD telah menciptakan iklim politik yang kondusif untuk pengambilan kebijakan strategis.
“Biasanya di DPRD itu antar-komisi bisa saling berbeda pandangan saat RDP. Tapi sekarang semua dibahas secara konstruktif di level pimpinan, fraksi, dan komisi. Itu luar biasa,” ujar Amsakar.
Ia menilai, kondisi tersebut menjadi modal besar bagi Batam untuk memasuki fase transformasi menuju kota yang lebih berdaya saing.
Amsakar menjelaskan, pola kepemimpinan di Batam kini bergerak menuju sistem kolektif dan kolaboratif, menggantikan model lama yang bertumpu pada figur tunggal.
“Dulu Batam dikenal dengan kepemimpinan satu figur. Sekarang kami ingin membangun sistem yang terbuka, di mana semua punya peran dan porsi. Karena semakin banyak ide, semakin banyak kebaikan,” katanya.
Ia mencontohkan, berbagai keputusan strategis Pemko Batam beberapa bulan terakhir dihasilkan melalui pembahasan bersama antara pemerintah, DPRD, dan Forkopimda.
“Keputusan-keputusan penting, termasuk kegiatan besar kota ini, lahir dari hasil analisis kolektif. Ini bukti bahwa kolaborasi bukan sekadar jargon,” ujar Amsakar.
Amsakar berharap, semangat kolaborasi yang telah terbentuk dapat terus dijaga sebagai pondasi Batam menuju kota yang berani, inovatif, berkelanjutan, dan berbudaya. (uly)










