Thursday, May 21, 2026
HomeBatamADOB dan Komando Bentrok di Batam, Sembilan Orang Luka-Luka

ADOB dan Komando Bentrok di Batam, Sembilan Orang Luka-Luka

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Bentrokan antara dua kelompok pengemudi ojek online, ADOB dan Komando, terjadi di depan Hotel Utama, Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (12/10/2025) dini hari.

Peristiwa sempat memanas ini menyebabkan beberapa kendaraan rusak dan sejumlah orang mengalami luka-luka. Saat ini kasusnya tengah ditangani Polresta Barelang.

Ketua ADOB Batam, Defrizal, mengatakan bahwa sebenarnya kedua pihak telah sepakat berdamai sebelum bentrokan pecah. Ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti terjadinya keributan di lokasi.

“Sebelum kejadian, para pengurus kedua pihak sudah berada di Polresta Barelang dan sepakat damai. Kami tidak tahu siapa yang memantik keributan di lapangan. Mungkin karena isu-isu di media sosial yang memancing emosi,” ujar Defrizal.

Menurutnya, kerusakan hanya terjadi pada kendaraan roda dua dan empat yang kini telah diamankan di Polsek Lubuk Baja.

“Kendaraan yang rusak sudah dibawa ke Polsek. Soal pemicunya, biar pihak kepolisian yang menyelidiki,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komando Batam, Feryandi Tarigan, menyebut bentrokan dipicu oleh konten video di aplikasi TikTok yang diunggah salah satu pembina ADOB. Video tersebut dinilai mengandung kalimat provokatif yang menyinggung pengemudi Komando.

BACA JUGA:   BP Batam Perkuat Hubungan Kemitraan dengan Konjen Singapura

“Pemicunya dari video yang menyinggung driver kami. Sebelumnya sudah ada upaya mediasi, tapi tidak ada titik temu. Bahkan malam sebelum bentrokan, beberapa kendaraan kami yang berstiker Komando diberhentikan oleh pihak ADOB,” kata Feryandi.

Ia menambahkan, keributan makin memanas setelah ada dugaan pernyataan dari pihak ADOB yang memprovokasi lewat telepon.

“Saya dengar malah ada yang bilang, ‘perang aja sekalian’. Dari situlah bentrokan pecah. Bahkan istri salah satu anggota kami dipukul dan sekarang masih dirawat,” katanya.

Menurut Feryandi, sedikitnya sembilan orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Ia juga menduga sebagian pihak yang terlibat bukan pengemudi online asli dan membawa senjata tajam serta batu.

“Yang aneh, ada yang bukan driver online. Mereka sudah siap di lokasi dengan sajam dan batu. Kami curiga ada pihak tertentu yang sengaja memperkeruh suasana,” ujarnya.

Hingga Minggu sore, polisi masih memeriksa sejumlah saksi dari kedua kelompok dan mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian. Aparat juga tetap berjaga di kawasan Lubuk Baja untuk memastikan situasi tetap kondusif.

BACA JUGA:   Disperindag Batam Rancang Penggunaan Fuel Card Beli Pertalite

Polresta Barelang mengimbau seluruh pengemudi ojek online di Batam agar tidak terprovokasi isu di media sosial dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER