Wednesday, April 22, 2026
HomeBatamGabriel Serap Aspirasi Warga Bengkong dan Batu Ampar : Pengangguran Jadi Keluhan...

Gabriel Serap Aspirasi Warga Bengkong dan Batu Ampar : Pengangguran Jadi Keluhan Utama

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Gabriel Shafto Ara Anggito Sianturi telah menggelar reses di enam titik wilayah daerah pemilihannya (dapil) yang meliputi Kecamatan Bengkong dan Batu Ampar.

Di antaranya, pertama Kavling Harapan Bengkong Sadai. Kedua, Bengkong Asrama Tj. Buntung. Ketiga di Bengkong Nusantara – Bengkong Sadai. Keempat Kavling Melcem RT.003 – Tj. Sengkuang. Kelima Kavling Melcem RT. 001 – Tj. Sengkuang dan keenam Tj. Buntung RT.007.

Dalam kegiatan tersebut, Gabriel mendengar langsung berbagai keluhan dan aspirasi warga. Mulai dari persoalan pengangguran, bantuan pendidikan, hingga peningkatan infrastruktur.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini mengatakan pengangguran menjadi isu paling dominan yang disampaikan warga di setiap titik reses. Banyak masyarakat yang berharap agar dirinya dapat membantu memasukkan mereka bekerja di perusahaan.

Namun, ia menegaskan bahwa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak memiliki kewenangan untuk melakukan hal tersebut. Apalagi jika jumlah tenaga kerja yang diminta cukup besar.

“Kalau hal ini dipaksakan, justru bisa mengganggu iklim investasi. Kita harus menjaga kenyamanan investor agar mereka tetap bertahan di Batam,” tutur Bapak yang memiliki dua orang anak ini.

BACA JUGA:   Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra Perkuat Hubungan dengan Singapura

Sebagai solusi, Gabriel mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk menyediakan pelatihan keterampilan (skill) yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, perusahaan dapat merekrut tenaga kerja lokal yang siap pakai.

Selain itu, pemerintah juga bisa berkolaborasi dengan akdemisi serta pelaku usaha dalam mempersiapkan market bagi produk UMKM lokal dan terus meningkatkan nilai Product Complexity Index (PCI) UMKM. Sehingga siap bersaing di pasar domestik hingga luar.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga iklim investasi di Kota Batam. Misalnya dengan meminimalkan aksi-aksi unjuk rasa yang dapat menghambat produksi di industri.

“Aksi unjuk rasa terlalu sering juga bisa menjadi penghambat produksi industri yang membentuk suatu image ketidaknyamanan iklim investasi di Batam,” katanya, Rabu (13/8/2025).

Selain masalah pengangguran, warga juga menyampaikan aspirasi terkait bantuan pendidikan, khususnya untuk biaya sekolah tingkat SMA dan SMK. Menurut mereka, biaya pendidikan di Batam, terutama di sekolah swasta, cukup memberatkan.

“SMA dan SMK memang tupoksinya di Provinsi. Tapi warga tetap mengeluhkan itu saat reses,” kata Gabriel.

BACA JUGA:   Silaturahmi Idulfitri Walikota Batam Digelar Sederhana

Minimnya sekolah SMA/SMK negeri juga menjadi keluhan masyarakat Bengkong dan Batu Ampar. Warga harus memilih sekolah yang lokasinya jauh dari kediamannya.

“Kita berharap pemerintah bisa menambah unit Sekolah SMK Negeri di kecamatan Bengkong serta Batu Ampar,” katanya.

Keluhan lainnya adalah persoalan infrastruktur, seperti minimnya penerangan jalan di sejumlah wilayah. Gabriel mencatat beberapa titik yang memerlukan perhatian, antara lain kawasan Melcem di Batu Ampar, serta Bengkong Nusantara dan Bengkong Sadai.

Gabriel berkomitmen untuk menyampaikan seluruh aspirasi ini kepada pemerintah kota dan berupaya memperjuangkannya agar dapat segera ditindaklanjuti. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER