BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Sejumlah orangtua peserta didik hampir setiap hari bertanya tentang zonasi dan cara menarik titik koordinat dari Google Maps untuk mengetahui jarak antara rumah dengan sekolah. Hal ini terlihat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK di Kota Batam, Kepulauan Riau tahun ajaran 2024-2025.
Humas Panitia PPDB SMA Negeri 3 Batam, Becek Tang menuturkan aduan dari masyarkat terutama wali murid selalu ada setiap harinya ke sekolah saat menanyakan tata cara mendaftarkan melalui jalur zonasi.
“Kami selalu siap di halaman sekolah untuk memberikan informasi kepada wali murid tentang zonasi terutama menarik titik koordinat dari Google map untuk jarak antara rumah dengan sekolah,” ujarnya, saat di jumpai di SMAN3, Senin (24/6/2024)
Ia melanjutkan bahwa proses PPDB jalur afirmasi telah selesai, dengan total pendaftar 24 siswa.
“Namun, untuk jalur zonasi, saat ini masih berlangsung dengan jumlah pendaftar 750 siswa dan baru 151 siswa yang terverifikasi,” katanya.
Kuota daya tampung SMAN 3 adalah 432 siswa, dengan 65% dialokasikan untuk jalur zonasi, 15% untuk afirmasi, dan 5% untuk perpindahan orang tua.
Diakuinya bahwa kendala utama yang dihadapi orang tua adalah salah dalam menarik titik koordinat dan menggunakan Kartu Keluarga (KK) yang tidak sesuai dengan alamat tempat tinggal.
“Banyak orang tua yang menggunakan alamat KK lama, padahal mereka sudah pindah tempat tinggal. Hal ini menyebabkan mereka tidak terdaftar dalam zonasi SMAN 3,” katanya.
Ia menambahkan bahwa zonasi SMAN 3 mencakup dua kecamatan, yaitu Nongsa dan Batamkota, dengan kelurahan-kelurahan terdekat dengan sekolah yang termasuk dalam zonasi.
Oleh karena itu, Becektang mengimbau orang tua siswa untuk memastikan bahwa mereka menggunakan alamat KK yang sesuai dengan tempat tinggal saat ini dan menarik titik koordinat dengan benar saat mendaftar PPDB online. (uly)







