Thursday, April 30, 2026
HomeBatamPoliteknik Batam Ambil Peran Penting dalam Halal Value Chain

Politeknik Batam Ambil Peran Penting dalam Halal Value Chain

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Indonesia masih menjadi pasar global untuk produk halal, dengan nilai impor produk halal yang lebih besar daripada nilai ekspor. Namun demikian, ekspor produk halal justru dilakukan oleh negara-negara seperti India, Amerika Serikat, dan Korea.

Bahkan berdasarkan data dari State of the Global Islamic Economy (SGIE), Indonesia berada di peringkat ketiga dalam indikator ekonomi syariah global dengan nilai perputaran produk halal mencapai 1,4 triliun dolar AS, dan Indonesia menempati posisi kedua tren konsumsi produk industri halal.

Untuk itu, pentingnya kolaborasi untuk pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dengan melibatkan seluruh masyarakat menjadi sangat penting. Salah satunya dilakukan oleh Perguruan Tinggi.

Hal tersebut terungkap dalam Seminar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2024 bertajuk sertifikasi halal produk UMKM untuk mendukung Halal Value Chain di Indonesia di Aula Politeknik Batam pada Rabu (29/5/2024).

Ketua Pusat Kajian Halal dan LPH Politeknik Negeri Batam, Dr. H. Muhammad Zaenuddin, S.Si., M.Sc menegaskan bahwa kehalalan sebuah produk makanan dan minuman saat ini tidak hanya dalam perspektif keagamaan, namun juga sudah menjadi sebuah kebutuhan.

BACA JUGA:   RSJKO EHD Terima 46 Pasien ODGJ Pada 2025, Kini 16 Pasien Jalani Rawat Inap

Untuk umat muslim, kata dia, hal ini sangat penting sebagai salah satu cara dalam menjalankan perintah agama mengingat Aturan halal dan haram sudah jelas diatur dalam Al Qur’an dan Hadits.

“Selain itu, halal juga masuk dalam kategori Alasan Kesehatan. Dimana makanan dan minuman halal masuk dalam kategori higienis dan tidak berbahaya bagi Kesehatan. Walhasil, hal ini sudah dilakukan oleh negara-negara di luar negeri yang sudah menerapkan dan memiliki pola pikir bahwa halal itu sangat penting untuk Kesehatan. Dan hal ini memunculkan permintaan pasar untuk produk-produk Islam sangat besar,” katanya.

Tercatat, produk halal ini menjadi prospek bisnis. Mengingat ekonomi halal ini sudah memiliki nilai ekonomis tinggi. Mengingat, populasi muslim di dunia mencapai 28,68% dari populasi dunia atau 2,18 miliar (muslimpopulation.com, 2019). Sementara Populasi muslim di Indonesia 87,18% dari 237.641.326 penduduk Indonesia (sensus 2010).

“Oleh karena itu, peran perguruan tinggi dalam proses Sertifikasi Halal untuk Mendukung Halal Value Chain di Indonesia sangat penting. Dimana perguruan tinggi memiliki peran penting. Salah satunya seperti yang kami di Politeknik Batam yang membentuk Halal Center sebagai upaya dalam memberikan pengetahuan sosiasliasi pada UMKM dalam penjelasan sertifikasi,” katanya.

BACA JUGA:   Polresta Barelang Geledah Direktorat Lahan BP Batam

Muhammad Zaenuddin juga mencatat sejak diluncurkannya Halal Center, Politeknik Batam sudah memberikan rekomendasi hingga menerbitkan sertifikasi halal untuk 1.800-an untuk pelaku UMKM.

“Kami dari Politeknik Batam terus mensupport dan mendedikasikan diri dalam berbagai peran dalam mengkampanyekan dan mensosialisasikan ini dalam bentuk edukasi melalui Halal Center sekaligus melibatkan diri dalam dalam proses sertifikasi halalnya,” katanya.

Selain itu, tambahnya, dalam bidang Pendidikan dan Pengajaran, Politeknik Batam juga membuka Prodi dan konsentrasi industri halal. Menyisipkan kurikulum halal dalam mata kuliah agama Islam hingga Memasukan topik halal dalam penelitian dosen, jurnal ilmiah dan buku teks karya ilmiah. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER