Friday, July 17, 2026
HomeKepriAnsar Nilai Jembatan Babin Mampu Percepat Pertumbuhan Investasi

Ansar Nilai Jembatan Babin Mampu Percepat Pertumbuhan Investasi

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Batam dan Bintan memiliki daya dukung yang cukup kuat dari sisi pemerintahan dan ekosistem-ekosistem investasi. Sehingga perlu adanya peningkatan infrastruktur untuk menghubungkan keduanya agar semakin mempermudah akses.

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyebutkan Jembatan Batam-Bintan (Babin) bisa menjadi pemicu dalam percepatan pertumbuhan investasi. Ia meyakinkan dengan hadirnya Jembatan Batam-Bintan memberikan trickle down effect ekonomi yang besar di seluruh wilayah di Provinsi Kepri.

“Pemerintahan di Pulau Bintan itu ada ibu kota provinsi Kepri. Ada Pemkot Tanjungpinang, ada Pemkab Bintan, BP Bintan, BP Tanjungpinang. Kemudian di Batam ada Pemkot Batam, BP Batam, ada kawasan KEK dan beberapa PSN baru,” ujar Ansar, Rabu (29/5/2024).

Pihaknya akan terus melakukan komunikasi intens bersama pemerintah pusat dan pemangku kebijakan lainnya di tingkat daerah. Agar Jembatan Batam-Bintan terwujud.

Ia menuturkan hingga saat ini ada 10 hingga 12 konsorsium yang sudah menyampaikan keinginan ke Kementerian PUPR untuk ikut serta dalam pembangunan jembatan tersebut.

BACA JUGA:   Penerbangan Haji 2025, Pertamina Prediksi Konsumsi Avtur Meningkat 49 Persen di Kepri

“Tapi ini nanti setelah lengkap kriteria kesiapannya, baru dilakukan pelelangan bagaimana nanti solicated atau unsolicated. Nanti kita lihat keputusan akhirnya, Insya Allah mudah-mudahan jembatan ini terwujud,” ujarnya.

Ansar mengatakan hal yang penting terhadap Jembatan Batam-Bintan memiliki fungsi yang multi. Karena akan disediakan infrastruktur dukungan untuk kabel listrik yang selama ini kita masih di bawah laut resistensinya cukup tinggi.

“Kemudian nanti juga pipa gas, air, gas dan listrik. Mudah-mudahan kehadiran jembatan ini ke depan benar-benar menjadi game changer-nya percepatan pembangunan Provinsi Kepri melalui 2 pulau besar ini,” ujar Ansar. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER