Thursday, April 16, 2026
HomeBatamKembangkan Wisata Religi, Jefridin Studi Tiru ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo...

Kembangkan Wisata Religi, Jefridin Studi Tiru ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Surakarta

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Tak hanya infrastruktur jalan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga fokus pengembangan wisata religi melalui Masjid. Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin mengungkapkan bahwa Kota Batam memiliki sejumlah masjid besar yang menjadi pusat perhatian.

Di antaranya adalah Masjid Agung, yang saat ini sedang direvitalisasi, Masjid Sultan Mahmud Riayatsyah, yang merupakan salah satu masjid terbesar di Sumatera dan Masjid Baiturrahman. Dalam waktu dekat, Pemerintah Arab Saudi juga akan membangun masjid di Temiang Kota Batam, di atas lahan seluas 15 hektar.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat kunjungan Studi Tiru ke Pemerintah Kota Surakarta. Terkait pembangunan dan pengelolaan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Surakarta yang didirikan oleh Uni Emirat Arab, pada Sabtu (27/4/2024). Kunjungan ini diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surakarta, Drs. Heri Mulyono, MM.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Surakarta atas penjelasan yang diberikan. Kami tertarik untuk mengetahui lebih lanjut terkait pengelolaan masjid, terutama terkait kebijakan petugas masjid, kebersihan, pengamanan, dan aspek lainnya,” ujar Jefridin.

BACA JUGA:   BP Batam Minta Maaf Kepada Warga Persoalan Kualitas Air Keruh

Jefridin mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kota Batam mengalokasikan anggaran untuk operasional, gaji petugas masjid di masjid-masjid yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah melalui APBD. Selain itu juga memberikan insentif imam masjid, Mubalig dan guru TPQ sebesar Rp 1 juta per orang per bulan.

“Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih luas terkait pengelolaan masjid bagi Kota Batam dalam mengembangkan potensi wisata religi yang kami miliki,” kata Jefridin.

Menyikapi pertanyaan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surakarta, Drs. Heri Mulyono, MM. menjelaskan bahwa Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Surakarta dibangun oleh Uni Emirat Arab, dengan Kepemilikan tanah milik Pemerintah Pusat yang dikelola oleh Kementerian Agama, Meski prosesnya panjang, saat ini pengelolaan masjid telah berjalan dengan baik, meskipun kepemilikan aset masih belum sepenuhnya lengkap.

“Proses hibah masih transisi belum bisa dilakukan sampai hari ini, status kepemilikan bangunan milik Uni Emirat Arab, sedangkan tanah kepemilikan Pemerintah Pusat di Kementerian Agama. Allhamdulilah sekarang sudah berjalan baik dan proses pengelolaan mendapatkan sokongan operasional dari Uni Emirat Arab. Kita dari jamaah dapatkan Rp 40-70 juta sebulan, sedangkan Biaya operasional 1 bulan Rp 800 Juta,” jelasnya.

BACA JUGA:   106 KK Terdampak Rempang Eco-City Telah Tempati Rumah Baru di Tanjung Banon

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Surakarta ini sendiri memiliki luas 3 hektar dan menarik sekitar 40-50 ribu jamaah setiap harinya. Sebagai perbandingan, pembangunan Masjid di Kota Batam direncanakan akan mencakup lahan seluas 15 hektar. (pys)

 

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER