Wednesday, October 14, 2026
HomeBatamPelaku Pariwisata Perkuat Promosi, Batam Bidik 1,7 Juta Wisman pada 2026

Pelaku Pariwisata Perkuat Promosi, Batam Bidik 1,7 Juta Wisman pada 2026

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pemerintah Kota Batam membidik 1,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2026 dengan mengandalkan pengembangan wisata kesehatan, belanja, dan kuliner. Hingga Agustus 2026, kunjungan wisman ke Batam tercatat sekitar 1,3 juta.

Sehingga pemerintah daerah memperkuat promosi dan penyelenggaraan acara untuk menarik pasar wisatawan, terutama dari Singapura dan Malaysia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardi Winata mengatakan, pemerintah menyiapkan sejumlah acara yang dinilai sesuai dengan minat pasar regional.

Rencana tersebut mencakup penampilan King Nasser dalam rangkaian perayaan hari jadi Kota Batam serta grup musik J-Rocks pada malam pergantian tahun.

“Kami sudah diarahkan oleh Bapak Wali Kota untuk melaksanakan event-event yang marketable, yang fit to the sales,” kata Ardi dalam kegiatan silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama insan pariwisata di Hotel A Glow Harbour Bay, Batam, Selasa (13/10/2026).

Ardi juga mengajak agen perjalanan mengemas paket wisata yang menggabungkan acara hiburan dengan kunjungan ke berbagai destinasi di Batam. Strategi tersebut diharapkan dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja mereka selama berada di kota itu.

Pertemuan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam tersebut turut membahas arah pengembangan sektor pariwisata dan menghimpun masukan dari pelaku industri. Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I Kementerian Pariwisata Bambang Cahyo Murdoko hadir sebagai narasumber, bersama Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Batam Heriman HK.

BACA JUGA:   Tingkatkan Kualitas Riset, Uniba Gelar Workshop dan Seminar Metodologi Penelitian

Bambang mengatakan, pengembangan pariwisata tidak cukup berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan. Pemerintah daerah juga perlu memastikan sektor tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, menjaga lingkungan, dan melestarikan budaya lokal.

Ia mendorong Batam menerapkan pendekatan pariwisata regeneratif, yakni pengembangan pariwisata yang tidak hanya menekan dampak negatif kegiatan wisata, tetapi juga berupaya memulihkan ekosistem dan memberdayakan masyarakat setempat.

“Jadi tidak hanya menarik wisatawan sebanyak-banyaknya, tapi juga mengembalikan ekosistem pariwisata, memberdayakan masyarakat lokal, melestarikan budaya, dan melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Bambang, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan asosiasi pariwisata. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan destinasi berbasis masyarakat juga perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata Batam.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan di hotel, restoran, dan sektor pendukung lainnya. Pelatihan hospitality dinilai dapat memperkuat kemampuan tenaga kerja dalam memenuhi kebutuhan wisatawan.

Selain itu, pengembangan kampung wisata melalui homestay, atraksi lokal, dan paket perjalanan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Potensi tersebut, kata Bambang, perlu dikemas secara profesional agar lebih mudah dipasarkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk melalui Jaringan Desa Wisata (Jadesta).

BACA JUGA:   Ambil Formulir Calon Wali Kota Tidak Diwakilkan, Amsakar : Lihat Situasi

Kedekatan Batam dengan Singapura dan Malaysia menjadi salah satu modal untuk mengembangkan wisata kesehatan dan belanja. Selain kedua sektor tersebut, Bambang menilai wisata gastronomi atau wisata berbasis pengalaman kuliner juga berpotensi memperkuat daya tarik Batam.

Kekayaan hasil laut dan beragam sajian boga bahari dapat dikembangkan menjadi bagian dari paket perjalanan wisata. Dengan demikian, manfaat ekonomi pariwisata diharapkan tidak hanya dinikmati sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga restoran, pedagang makanan, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan produk wisata tersebut perlu disertai peningkatan aksesibilitas, kebersihan, kenyamanan, dan keselamatan di destinasi. Bambang juga mengingatkan pentingnya mitigasi risiko, terutama untuk kegiatan wisata bahari dan penyeberangan yang menjadi bagian dari mobilitas wisatawan di Kepulauan Riau.

Ia menilai pengembangan pariwisata Batam perlu diarahkan pada peningkatan kualitas destinasi, diversifikasi produk, dan perluasan pasar agar mampu bersaing di tingkat regional.

Sementara itu, Heriman HK mengatakan, daya saing pariwisata Batam juga bergantung pada kualitas infrastruktur dan pelayanan dasar perkotaan. Ketersediaan air bersih, penanganan banjir, pengelolaan sampah, dan pembangunan infrastruktur menjadi faktor yang memengaruhi kenyamanan wisatawan.

BACA JUGA:   Main Padel Makin Nyaman! Ministry of Padel Batam Sediakan Sauna dan Cold Plunge

Menurut dia, promosi destinasi dan penyelenggaraan acara perlu berjalan seiring dengan pembenahan layanan dasar. Lingkungan yang bersih dan nyaman menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman wisata yang baik.

Heriman mengapresiasi kontribusi pelaku usaha yang mendukung perkembangan pariwisata Batam. Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan masukan konkret untuk memperkuat pengembangan sektor pariwisata ke depan.

Dalam sesi dialog yang dipandu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam Yusfa Hendri, peserta membahas berbagai peluang dan kendala pengembangan pariwisata, termasuk upaya memperluas manfaat ekonomi agar tidak terpusat pada sektor perhotelan dan transportasi.

Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Kepulauan Riau Kombes Rudy Cahya Kurniawan dan anggota DPRD Kota Batam Sony Christanto.

Pemerintah Kota Batam berharap kombinasi promosi yang tepat sasaran, peningkatan kualitas layanan, pengembangan produk wisata, dan pembenahan infrastruktur dapat memperkuat daya saing Batam sekaligus mendukung pencapaian target 1,7 juta kunjungan wisman pada 2026. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER