Monday, September 21, 2026
HomeBatamHari Perhubungan Nasional 2026, Amsakar Tekankan Konektivitas dan Keselamatan Transportasi di Batam

Hari Perhubungan Nasional 2026, Amsakar Tekankan Konektivitas dan Keselamatan Transportasi di Batam

BATAMATRAITS.COM, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tingkat Kota Batam di Dataran Engku Puteri, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (21/9/2026).

Turut hadir sejumlah Perwakilan Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) mengikuti jalannya upacara tersebut. Peringatan Harhubnas tahun ini mengusung tema “Menghubungkan Indonesia Untuk Masa Depan Lebih Maju”.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menyampaikan amanat Menteri Perhubungan. Amsakar mengatakan, dalam amanat Menteri Perhubungan terdapat sejumlah hal yang menjadi penekanan, salah satunya mengenai pentingnya peran insan perhubungan dalam menjaga konektivitas Indonesia.

“Pada intinya, di sambutan Menteri Perhubungan tadi, ada beberapa hal yang menjadi penekanan beliau. Pertama, bahwa insan perhubungan adalah insan yang sangat penting dalam menjaga konektivitas Indonesia, karena laut, darat, udara itu terhubung dan terlayani berkat adanya insan perhubungan,” ujar Amsakar.

Menurutnya, konektivitas tersebut harus terus diiringi dengan upaya perbaikan tata kelola transportasi, baik di sektor darat, laut maupun udara.

Ia juga menyampaikan apresiasi Menteri Perhubungan terhadap insan perhubungan yang telah bekerja maksimal membangun dan menjaga konektivitas, termasuk menjalankan tugas-tugas yang kerap tidak terlihat oleh masyarakat.

“Kadang harus melakukan sesuatu yang ketika orang tidak melihatnya. Misalnya ada malam dia sudah harus cek radar, subuh sudah harus cek kesiapan pelabuhan di laut, juga harus memonitor bagaimana kondisi cuaca,” katanya.

BACA JUGA:   BP Batam Koordinasi dengan ATR/BPN, Verifikasi Ulang Penetapan Lokasi di Wilayah Laut

Amsakar menilai, peran tersebut sangat penting karena Indonesia merupakan wilayah yang luas dengan aktivitas ekonomi yang sangat bergantung pada konektivitas antarwilayah dan antarmoda transportasi.

“Indonesia ini, daerah yang sedemikian luas ini, pergerakan ekonominya sangat bergantung pada konektivitas, keterhubungan dari dan antar satu wilayah dengan wilayah yang lain,” ujarnya.

o

Konektivitas tersebut, lanjut Amsakar, juga harus dibangun antarmoda transportasi. Perjalanan melalui udara, misalnya, harus terhubung dengan transportasi darat dan sangat mungkin dilanjutkan melalui pelabuhan laut.

“Misalnya harus ke Singapura, harus ke daerah lain di Tanjung Balai Karimun, dan sebagainya,” katanya.

Di tingkat lokal, Amsakar memberikan sejumlah penekanan kepada insan perhubungan di Kota Batam. Ia berharap capaian yang sudah baik di sektor transportasi darat dapat terus ditingkatkan.

Ia mencontohkan layanan Trans Batam, Damri, dan Busway yang dinilai telah menunjukkan perkembangan positif.

“Yang saya harapkan agar apa yang sudah baik di sektor transportasi darat kita, seperti di Trans Batam, di Damri, di Busway, yang kemarin sempat dikomentari oleh Pak Wamendagri, sangat positif dan saya harapkan itu bisa lebih menyemangati rekan-rekan di perhubungan untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Selain peningkatan layanan, Amsakar menekankan pentingnya memastikan keamanan pengguna jasa transportasi.

BACA JUGA:   BPBD Batam Mulai Penyusunan Kajian Risiko Bencana 2025-2029

Ia mencontohkan layanan transportasi laut yang harus dilengkapi perlengkapan keselamatan, termasuk memastikan life jacket tersedia dan ditempatkan sebagaimana mestinya.

“Harus memastikan keamanan pengguna jasa perhubungan ini. Misalnya di belakang Padang, harus disiapkan life jacket-nya, dipulangkan ke dalam,” katanya.

Hal lain yang menjadi perhatian Amsakar adalah konektivitas khusus bagi pelajar, terutama masyarakat di wilayah hinterland Batam. Menurutnya, akses transportasi menuju sekolah masih menjadi persoalan bagi sebagian pelajar, khususnya ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kita di hinterland kadang-kadang untuk masuk ke SMP itu ada problem. Nah, kita harus bagaimana cara menyediakan itu. Kemudian ada nanti SMP tidak masalah, tapi SMA sudah harus naik bus, ini harus menjadi atensi,” ujarnya.

Untuk mendukung akses pendidikan tersebut, Amsakar sebelumnya telah meminta Kepala Dinas terkait melakukan peremajaan mobil sekolah.

Ia menyebut saat ini program sekolah gratis telah memiliki 12 kendaraan, kemudian bertambah empat sehingga total menjadi 16 kendaraan.

“Sekolah gratis ada 12. Baru bertambah, sekarang bertambah empat, totalnya 16. Jadi sudah kita realisasikan, tapi saya ingin itu terus meningkat,” katanya.

Amsakar juga meminta agar para nelayan yang menggunakan jasa angkutan kapal mendapat perhatian, khususnya dalam memperoleh rekomendasi bahan bakar minyak (BBM).

BACA JUGA:   Jaga Kelestarian Lingkungan, BP Batam Gesa Realisasi Proyek Jaringan IPAL

“Para nelayan kita yang menggunakan jasa angkutan kapal ini juga dibantu untuk mendapatkan rekomendasi BBM-nya. Ini juga harus menjadi atensi kita semua,” ujarnya.

Selain persoalan konektivitas dan BBM bagi nelayan, Amsakar meminta seluruh fasilitas pendukung perhubungan di Batam ditata berdasarkan desain dan arah pengembangan yang jelas.

Fasilitas tersebut mencakup lampu lalu lintas, pita penggaduh, polisi tidur, halte, marka jalan, hingga u-turn.

Menurutnya, seluruh fasilitas tersebut perlu memiliki roadmap atau blueprint yang menjadi acuan pengembangan ke depan sehingga perbaikan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Seluruh fasilitas perhubungan, baik lampu lalu lintas, pita penggaduh, polisi tidur, kemudian halte, marka jalan, u-turn, sampai ke ini agar harus ada desain yang hendak dituju ke depan, roadmap atau blueprint-nya seperti apa,” kata Amsakar.

Ia menegaskan, perbaikan fasilitas dan layanan transportasi harus dilakukan dari waktu ke waktu untuk menjamin pelayanan perhubungan yang semakin baik bagi masyarakat.

“Dan itu harus dilakukan perbaikan dari waktu ke waktu demi menjamin pelayanan perhubungan yang baik,” katanya.

Upacara ditutup dengan foto bersama, Launching Stiker Parkir Berlangganan dengan tarif yang lebih murah dari harga sebelumnya. Amsakar dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia tampak menempelkan stiker parkir berlangganan ke motor dan mobil. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER