BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Dipercaya sebagai pilot dan navigator dalam Rally Wisata 2026, anggota Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri tidak hanya mengenalkan destinasi wisata Batam kepada peserta dari Malaysia. Mereka juga membuka wawasan tentang peluang investasi, bisnis, ekonomi, dan perkembangan Batam.
Selama dua hari, 21–22 Agustus 2026, belasan anggota FJP Kepri mendampingi peserta Rally Wisata 2026 yang berasal dari sejumlah wilayah di Malaysia, mulai dari Johor hingga Kuala Lumpur.
FJP dipercaya menjadi pilot dan navigator di setiap kendaraan karena panitia ingin memastikan informasi yang diterima peserta tidak sebatas tentang pariwisata.
Para peserta juga diajak melihat berbagai potensi Batam, mulai dari peluang usaha dan investasi hingga kehidupan sosial dan perkembangan ekonomi daerah.
Ketua Panitia Rally Wisata 2026, Surya Wijaya, mengatakan FJP dipilih karena memiliki pengetahuan luas tentang Batam dan Kepri.
“Mereka ini bukan wisatawan biasa. Kebanyakan adalah pengusaha dan pemilik perusahaan besar di Malaysia. Jadi, kemungkinan besar mereka ingin mengetahui perkembangan ekonomi Batam sekaligus peluang untuk mengembangkan bisnis di sini,” kata Surya.
Keterlibatan FJP ternyata memberi dampak lebih dari sekadar mendampingi perjalanan peserta. Ketua FJP Kepri, Novianto, mengaku mendapat banyak pertanyaan dari peserta terkait peluang usaha dan investasi di Batam.
“Ternyata benar seperti yang disampaikan panitia. Para tamu bukan sekadar ingin menikmati keindahan Batam. Beberapa di antaranya justru tertarik mengembangkan usaha di Batam,” kata Novianto.
Salah satunya peserta yang dipandu Qori Ul Fitra. Peserta tersebut merupakan pengusaha suku cadang kendaraan yang sudah memiliki bisnis besar di Malaysia.
Selama mengikuti rally, ia menggali informasi mengenai peluang membuka atau mengembangkan bisnis suku cadang di Batam.
“Bahkan peserta itu meminta dibawa ke toko-toko suku cadang mobil di Batam untuk melihat kelengkapan produk sekaligus membandingkan harga pasar,” kata Novianto.
Peserta lainnya juga meminta dibawa ke pusat penjualan rempah-rempah. Mereka tertarik karena memiliki bisnis rempah-rempah yang cukup besar di Malaysia.
Menurut Novianto, ketertarikan peserta tidak berhenti pada sektor perdagangan. Sejumlah peserta juga menanyakan kemudahan berusaha, pengurusan dokumen, serta proses perizinan di Batam.
Novianto menegaskan, FJP Kepri berupaya menyampaikan informasi mengenai berbagai potensi positif Batam secara objektif kepada para peserta.
“Hal-hal positif berkaitan dengan Batam kita paparkan dan sampaikan kepada mereka. Harapannya, informasi ini bisa membuka peluang kerja sama dan mendorong mereka mengembangkan usaha hingga ke Batam,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi panitia Rally Wisata 2026 yang telah melibatkan FJP Kepri dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi jurnalis pariwisata untuk ikut memperkenalkan Batam bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki peluang investasi dan bisnis.
Dengan begitu, Rally Wisata 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata dan mempererat hubungan Batam-Malaysia. Kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi peserta untuk melihat langsung potensi ekonomi dan peluang usaha di Batam. (uly)










