Tuesday, August 18, 2026
HomeBatamRally Wisata 2026, 80 Peserta dari Johor Siap Jelajahi Destinasi Wisata

Rally Wisata 2026, 80 Peserta dari Johor Siap Jelajahi Destinasi Wisata

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Rally Wisata 2026 akan membawa sekitar 80 peserta dari Johor, Malaysia, untuk menjelajahi Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) selama dua hari. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 21 Agustus hingga Sabtu, 22 Agustus 2026.

Peserta akan memulai perjalanan dari Pelabuhan Internasional Goldcost, Bengkong. Setelah itu, mereka akan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Batam.

Ketua Pelaksana Rally Wisata 2026, Surya Wijaya, mengatakan panitia telah menyiapkan sejumlah lokasi wisata untuk peserta.

“Ada Museum Raja Ali Haji, Masjid Agung Raja Hamidah, Jembatan Barelang, Taman Rusa, Puncak Beliung, dan banyak lagi,” ujar Surya.

Rally Wisata 2026 tidak mengutamakan kecepatan. Peserta juga tidak perlu memacu kendaraan untuk menjadi pemenang.

Panitia justru menggunakan sistem poin. Peserta akan mendapatkan nilai dari barcode di setiap lokasi dan aktivitas belanja.

“Nilainya bukan kecepatan, bukan kebut-kebutan, tetapi nilai barcode dan paling banyak belanja,” kata Surya.

Karena itu, peserta harus mengunjungi destinasi yang sudah ditentukan. Selain itu, mereka juga perlu berbelanja untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya.

Konsep tersebut sekaligus mendorong peserta untuk mengenal destinasi Batam dan membelanjakan uang selama berada di kota ini.

BACA JUGA:   Budaya dan Pelayanan Terpadu Warnai Hari Bhayangkara 79 Polda Kepri

Pemerintah Kota Batam turut mendukung pelaksanaan Rally Wisata 2026. Dukungan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata, dalam rapat persiapan di kantor dinas tersebut, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ardi mengatakan pemerintah daerah akan ikut menyambut peserta. Bahkan, Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam direncanakan melepas peserta saat start.

“Insyaallah Pak Wali dan Ibu Wakil Wali Kota yang akan melepas peserta Rally Wisata itu,” ujar Ardi.

Menurut Ardi, panitia perlu memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak. Apalagi, kegiatan ini melibatkan peserta dari luar negeri dan menggunakan kendaraan di jalan raya.

Ia meminta panitia berkoordinasi dengan unsur CIQP, BP Batam, kepolisian, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi tersebut penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Kondisi Kendaraan Jadi Perhatian

Ardi juga mengingatkan panitia agar memperhatikan aspek keselamatan. Salah satunya melalui pengecekan kondisi kendaraan yang digunakan peserta.

Peserta tidak membawa kendaraan sendiri dari Johor. Panitia menyediakan kendaraan yang digunakan selama kegiatan di Batam.

Karena itu, panitia perlu memastikan seluruh kendaraan dalam kondisi layak jalan. Asuransi kendaraan juga perlu menjadi perhatian.

BACA JUGA:   Realisasi Investasi di Batam Tembus Rp33,72 Triliun pada Semester I Tahun 2025

“Insurance-nya jangan lupa. Mereka kan tidak bawa mobilnya. Mobilnya mobil di Batam. Cek betul kondisi kendaraan, layak jalan atau tidak,” katanya.

Ardi menilai kondisi kendaraan menjadi salah satu faktor penting. Sebab, peserta akan menggunakan kendaraan tersebut selama dua hari untuk berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya.

Navigator Jadi Pemandu Peserta

Panitia juga menyiapkan navigator untuk setiap kendaraan. Navigator akan membantu peserta mengikuti rute sekaligus mengenalkan berbagai destinasi yang mereka kunjungi.

Selain itu, sejumlah jurnalis dari Forum Jurnalis juga akan ikut dalam kegiatan tersebut.

Ardi meminta navigator memberikan informasi yang jelas kepada peserta. Terutama ketika peserta memasuki waktu makan siang dan memiliki waktu bebas untuk berbelanja.

Menurutnya, lokasi makan siang sebaiknya berada dekat dengan pusat perbelanjaan atau kawasan yang memiliki banyak pilihan tempat makan dan belanja.

Dengan begitu, peserta bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk berbelanja sekaligus mengumpulkan poin.

Dorong Peserta Kembali ke Batam

Ardi berharap peserta mendapatkan pengalaman positif selama berada di Batam. Sebab, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda wisata sehari atau dua hari.

BACA JUGA:   Dari Klepon ke Dessert Modern, Jelajahi Cita Rasa Baru di Kalaséra Oakwood Grand Batam

Menurutnya, peserta perlu mendapatkan kesan yang baik agar tertarik kembali mengunjungi Batam.

“Semua tamu kita ini adalah tamu Pemerintah Kota Batam. Mereka harus mendapatkan kesan yang baik sehingga mau datang lagi,” ujarnya.

Ia bahkan melihat kegiatan seperti Rally Wisata dapat dikembangkan menjadi agenda wisata yang lebih panjang. Misalnya, peserta bisa mengikuti perjalanan wisata selama beberapa hari dengan rute yang lebih beragam.

Peserta Lokal Turut Bergabung

Rally Wisata 2026 juga tidak hanya melibatkan peserta dari Johor. Sejumlah peserta dari Batam ikut bergabung dalam kegiatan tersebut.

Panitia mencatat sekitar lima hingga tujuh mobil dari Batam akan ikut dalam perjalanan.

Kehadiran peserta lokal tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Selain itu, peserta lokal juga dapat membantu menciptakan suasana perjalanan yang lebih meriah.

Dengan konsep wisata, eksplorasi, dan belanja, Rally Wisata 2026 diharapkan mampu memperkenalkan berbagai destinasi Batam sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Kegiatan ini juga menjadi peluang untuk memperkuat hubungan wisata antara Batam dan Johor. Karena itu, panitia dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, nyaman, dan berkesan bagi para peserta.

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER