Tuesday, June 23, 2026
HomeInternasionalMenyusuri Taman Negara Endau-Rompin, FJP Kepri Belajar Kearifan Hidup Kaum Jakun

Menyusuri Taman Negara Endau-Rompin, FJP Kepri Belajar Kearifan Hidup Kaum Jakun

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepulauan Riau (Kepri) mengunjungi Taman Negara Endau-Rompin (PETA), Johor, Malaysia, dalam kegiatan yang digelar Tourism Johor, Minggu (21/6/2026).

Kunjungan ini menjadi pengalaman menarik karena tidak hanya menyajikan keindahan alam taman nasional, tetapi juga memperkenalkan kehidupan masyarakat adat yang masih mempertahankan kearifan lokal mereka.

Dalam perjalanan tersebut, FJP Kepri bergabung dengan rombongan dari Gaya Travel serta Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya Malaysia (MoTAC).

Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Nature Guide, Adlil Ikram Bin Sharuddin yang memberikan berbagai informasi mengenai kawasan konservasi yang menjadi salah satu destinasi ekowisata unggulan di Johor tersebut.

Sesampainya di lokasi, para peserta dipertemukan dengan Kaum Jakun, salah satu suku asli yang mendiami kawasan sekitar Taman Negara Endau-Rompin.

Saat ini terdapat sekitar 90 keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 300 orang yang tinggal di Kampung Peta, sebuah perkampungan yang berada di dalam kawasan taman nasional tersebut.

Pertemuan dengan masyarakat adat menjadi salah satu agenda yang paling menarik perhatian peserta. Mereka diajak mengenal lebih dekat budaya, tradisi, serta cara hidup Kaum Jakun yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan alam.

BACA JUGA:   4 Tim Uniba Raih Penghargaan Penelitian dan Inovasi Internasional di JIIICas 2024

Salah satu tokoh yang memperkenalkan budaya masyarakat setempat adalah Ameng, pria berusia 70 tahun yang akrab disapa Low.

Sebagai bagian dari suku asli di wilayah tersebut, Low menjelaskan bahwa masyarakat Jakun dahulu hidup sepenuhnya dari hasil hutan.

Meski kini kehidupan mereka telah mengikuti perkembangan zaman dan semakin modern, berbagai pengetahuan tradisional tetap diwariskan sebagai bagian dari identitas budaya mereka.

Dalam kesempatan itu, Low juga mempertunjukkan berbagai teknik berburu tradisional atau passive hunting yang pernah digunakan masyarakat Jakun.

Beragam jenis perangkap diperagakan kepada peserta, di antaranya jerat kaki untuk menangkap binatang darat seperti babi hutan dan rusa, kumbang berayun untuk monyet, Pento yang digunakan sebagai perangkap burung sungai, perangkap Planduk untuk menangkap kancil, serta Belantik yang dahulu digunakan untuk gajah.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan sumpit, salah satu alat berburu tradisional masyarakat pedalaman. Suasana semakin meriah ketika beberapa peserta diajak langsung mencoba permainan dan simulasi penggunaan Belantik maupun sumpit yang dipandu oleh Low.

BACA JUGA:   Dibukanya Roro Rute Johor - Batam Tingkatkan Ekonomi

Meski masih menjaga tradisi leluhur, kehidupan masyarakat Jakun di Kampung Peta kini telah berkembang. Fasilitas pendidikan dasar sudah tersedia di kawasan tersebut sehingga anak-anak dapat mengenyam pendidikan tanpa harus meninggalkan kampung halaman mereka.

Kunjungan ini memberikan pengalaman berharga bagi peserta, khususnya dalam memahami bagaimana masyarakat adat menjaga hubungan harmonis dengan alam sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Perpaduan antara keindahan alam Taman Negara Endau-Rompin dan kekayaan budaya Kaum Jakun menjadi daya tarik tersendiri yang memperkaya khazanah wisata budaya di Johor, Malaysia. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER