Thursday, April 16, 2026
HomeBatamOptimalkan Implementasi RPAM, IWA Latih Pengelola Air Minum Asal Sumbar dan Bengkulu

Optimalkan Implementasi RPAM, IWA Latih Pengelola Air Minum Asal Sumbar dan Bengkulu

BATAMSTRAITS.COM, BATAM –  Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat, dan PDAM berada di garda terdepan dalam menjamin keberlanjutan layanan tersebut. Namun ditengah dinamika tantangan operasional, perubahan iklim serta tuntutan regulasi, kemampuan dalam mengelola risiko dan Menyusun strategi pengamanan air minum menjadi sangat krusial.

Menjawab kebutuhan tersebut, Indonesia Water Academy (IWA) menawarkan pelatihan khusus Strategi Mitigasi Risiko dan Optimalisasi RPAM (Rencana Pengamanan Air Minum). Kegiatan ini digelar selama dua hari, Selasa (29/4/2025) dan Rabu (30/4/2025) di Hotel Harper Premier Nagoya.

Tepatnya di Jalan Imam Bonjol, Komplek Nagoya Thamrin City, Gedung 4, Kelurahan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Pelatihan ini disusun untuk memberikan panduan teknis dan strategis dalam Menyusun serta mengimplementasikan dokumen RPAM.

Materi dikemas secara aplikatif dan penuh studi kasus lapangan agar bukan hanya memenuhi regulasi. Tetapi juga memberi nilai tambah nyata bagi operasional dan perencanaan jangka panjang PDAM.

“Manfaat utama yang ditawarkan seperti pemetaan risiko pada sistem distribusi air minum, penyusunan dokumen RPAM berbasis data aktual, integrasi RPAM ke dalam perencanaan dan program kerja PDAM,” ujar Direktur IWA, Ir. Daniel Noviandy, ST.

Peserta yang mengikuti Public Workshop ini sebanyak lima orang. Empat berasal dari Padang dan  satu peserta berasa dari Bengkulu.

BACA JUGA:   Wisata Pesisir dan UMKM Lokal Jadi Motor Ekonomi Baru Transmigrasi Rempang

Trainer Strategi Mitigasi Risiko, Roza Fithriana Azhar, ST mengatakan RPAM ini merupakan dokumen wajib yang harus dipenuhi oleh Perumda air minum diseluruh Indonesia. Dan ada regulasi yang mengatur itu.

“Kegitan kami melatih mereka bagaimana bisa memenuhi regulasi itu tapi juga melebihi ekspektasi regulasi tadi. Mereka (peserta) jangan hanya membuat RPAM sebagai dokumen saja. Selama ini prakteknya ada. Misalnya ada PDAM yang ngerjain di 2016, tapi pas kita tanya statusnya apa sekarang, ternyata tak ada peningkatan dan pengembangan,” katanya.

Roza menegaskan RPAM harus terus direvisi sesuai dengan aktivitas PDAM. Pengembangan aktivitas apa yang sudah dilakukan. Dari tindakan pengendalian yang dilakukan sejak awal direncanakan apakah sudah berefek sekarang.

“Mereka lakukan review sesuai ketentuan regulasi. Tetapi kenyataannya manfaat RPAM tadi tidak kelihatan,” kata wanita asaal Pekanbaru ini.

Ia mengatakan tujuan pelatihan ini agar peserta bisa mengoptimalkan RPAM. Dokumen yang menjadi buku besar dan referensi, sehingga harus terus diperbaharui. Dalam kondisi apapun, RPAM tetap ready.

“Jadi misalnya masyarakat demo dan pemerintah gelar audit, RPAM tetap ready. Mereka bisa menceritakan perkembangan apa yang dilakukan,” kata Roza.

Ia melanjutkan dalam pelatihan ini peserta diajarkan bagaimana membuat RPAM yang komperhensif dan sistematis. Peserta diajarkan bisa menemukan permasalahan yang akan timbul dan bagaimana penyelesaiannya.

BACA JUGA:   Pelebaran Jalan Selesai, Suryanto Sebut Dilanjutkan Pembuatan Drainase

“Proses mereka didetailkan. Dan apa yang kemungkinan salah terjadi dimasa depan. Sebetulnya ke kualitas air larinya,” kata Roza.

Selain itu, lanjut dia, di RPAM dijelaskan 4K. Di antaranya pertama kontinuitas, sehingga air tidak berhenti dan selalu ada. Kedua kuantitas, jumlah airnya bisa mengalir 24 jam dengan jumlah maksimal. Ketiga kualitas dan keempat keterjangkauan, semua masyarakat harusnya dapat.

Ditempat yang sama, Seorang Peserta Direktur PDAM Tirta Ratu Samban Bengkulu Utara, Ujang Zakaria, SH, Map mengatakan dengan adanya pelatihan ini bisa saling sharing ilmu satu sama lainnya. Sehingga bisa diterapkan di daerah masing-masing.

“Apa yang dijelaskan sebenarnya sudah dijalankan, hanya saja kita butuh pembaharuan. Aturan disetiap daerah kan beda-beda. Siapa tau aturan daerah A menguntungkan strateginya. Dan apa yang kita kembangkan bisa contoh untuk daerah lain,” katanya.

Ujang melanjutkan sumber air bersih di Bengkulu berasal dari air sungai. Berbeda dengan di Kota Batam.

“Dari pelatihan ini, bisa juga saling berbagi regulasi. Triknya seperti apa,” katanya.

Ia mengaku senang bisa mengikuti pelatihan yang diselenggarakan IWA. Ilmu yang diajarkan sangat berguna diwilayahnya. Selain itu, waktu pelaksanaan pelatihanpun sesuai dengan waktunya.

“Saya bawa staf juga dalam pelatihan ini. Diharapkan bisa mengembangkan teknologi yang lebih canggih dalam pengelolaan air. Bisa membentuk tim dan menerapkan Peta Elektronik, Geografis Informasi Sistem. Peta digital air secara keseluruhan, misalnya di Batam pernah menggunakan sistem Scada. Walaupun PDAM kami masih kecil, semoga bisa seperti kalian,” katanya.

BACA JUGA:   Disnakertrans Kepri Sebut UMP Kepri Naik 6,5 Persen Tahun 2025, Ini Tanggapan Tripartid

Ia menambahkan, saat ini pihaknya sudah menggunakan regulasi secara internal secara online. Seperti pembayaran online yang bisa dilakukan dimana saja.

“Kalau PDAM kecil mungkin belum semua melakukan itu,” katanya.

Seperti diketahui IWA didirikan pada tahun 2021 dengan komitmen untuk menciptakan solusi berkelanjutan bagi sektor air minum. Lembaga ini dirancang sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang andal, berkompeten, dan siap menjawab tantangan sektor air minum yang kian kompleks.

Program pelatihan di IWA dirancang secara komprehensif oleh para ahli dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidangnya. Materi pelatihan mencakup manajemen strategis, sistem distribusi air, pengurangan kehilangan air, efisiensi produksi, layanan pelanggan, hingga transformasi digital dan adopsi teknologi terbaru.

IWA juga memperkenalkan tiga layanan unggulan, yaitu Capacity Building, Technical Assistance, dan Professional Consulting. Dengan fasilitas modern, trainer berpengalaman, dan pendekatan yang berorientasi pada solusi, IWA siap menjadi mitra strategis bagi PDAM, pemerintah daerah, dan organisasi non-pemerintah dalam menghadirkan sistem pengelolaan air yang tangguh, efisien, dan berdampak positif bagi masyarakat luas. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER