BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pengaspalan ruas Jalan Laksamana Bintan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dilanjutkan pada 2025 ini. Tepatnya mulai dari Simpang Gelael hingga Underpass.
Diketahui proyek jalan ini dihelat oleh Pemprov Kepri. Pengerjaannya sejak tahun 2019 silam, namun belum sampai pada proses akhir untuk pengaspalan dan pembangunan pedestrian.
Pelebaran jalan masih menyisakan sisa jalan tanah di bagian tengah. Hal itu membingungkan sebagian pengguna jalan karena jalan tanah tersebut membuat ruas jalan yang dilebarkan itu menjadi dua bagian.
“Kalau mau ke arah u-turn Simpang Kuda, di situ kadang bingung, jadi harus cepat-cepat ambil lajur bagian kanan biar bisa belok, kalau enggak, ya harus lewat jalan tanahnya,” kata Seorang Warga Bengkong, Kiran.
Ditambah lagi, pedestrian jalan belum disentuh menyebabkan debu bertebaran dan sangat mengganggu, terutama ketika musim kemarau. Proyek ini sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar mengatakan pihaknya akan melanjutkan proyek tersebut. Adapun dananya menggunakan hasil efisiensi anggaran di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DMB-SDA) Kota Batam tahun ini.
Selain itu pihaknya juga akan mengaspal jalan Raja Isa Batam Center. Tepatnya dari Simpang Bank Indonesia (BI) menuju Simpang KDA.
“Jadi dana efesiensi dialihkan untuk mendanai proyek pengaspalan dan perbaikan dua ruas jalan utama di Batam. Anggarannya saya lupa pastinya, tapi kalau enggak salah ada yang sekitar Rp16 miliar dan satu lagi sekitar Rp20 miliar,” katanya, Selasa (29/4/2025).
Kedua proyek itu saat ini belum dilelang karena Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) baru akan diterbitkan dalam waktu dekat. Setelah RKA terbit, proses lelang akan segera dilakukan untuk mengejar target pelaksanaan.
Sementara itu, proyek-proyek jalan yang menggunakan anggaran sebelumnya tetap berjalan sesuai jadwal. Beberapa di antaranya berada di kawasan Bengkong, Tiban Princess, Simpang Kantor Camat Sagulung, Botania, serta perbaikan di kawasan Cikitsu dan Pelabuhan Rakyat Sagulung.
“Yang sudah jalan itu tetap lanjut, karena sudah dalam kontrak. Yang tertunda hanya yang dari hasil efisiensi ini,” ujar Suhar.
Proyek-proyek yang didanai dari efisiensi baru akan bergerak setelah proses administrasi rampung. Jika sesuai rencana, proses lelang akan dilaksanakan pada bulan Mei.
Dengan demikian, pekerjaan fisik dapat dimulai pada Juni 2025. Kemungkinan nditargetkan rampung pada November 2025.
Suhar optimistis, pengaspalan dua ruas jalan baru ini akan memperlancar arus lalu lintas, mengingat kedua jalur tersebut merupakan titik-titik vital dengan volume kendaraan yang cukup tinggi.
“Ini bagian dari upaya kami mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, agar dampaknya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Selain proyek pengaspalan baru ini, DBM-SDA Batam juga terus mengawasi proyek-proyek yang sudah berjalan agar penyelesaian tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan. (uly)










