BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Batam terus diperluas. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam tengah memasang sebanyak 2.813 pelanggan jaringan gas sepanjang 2026.
Perluasan tersebut menjangkau sejumlah kawasan perumahan, mulai dari Mediterania, Centra Melati dan Sakina, hingga berbagai permukiman di wilayah Sagulung, Batu Aji, dan sekitarnya.
Adapun perumahan yang telah terpasang jaringan gas sepanjang 2026 meliputi: Perumahan Mediterania, Perumahan Centra Melati & Sakina, Perumahan Kopkar PLN, Perumahan Bukit Palem & Villa Sugi Raya, Perumahan Legenda Bali, Perumahan Taman Pesona Indah, Perumahan Pendawa Asri, Perumahan Muka Kuning Indah I (RW 04, 05, 06, dan 07), Perumahan Griya Sagulung Permai, Perumahan Griya Permata RW 09 dan RW 10, Perumahan Parisa Indah, Perumahan Aviari Garden 1 & 2, Perumahan Air Mas Plaza, Perumahan Batu Aji Residence, Perumahan Rexvin Residence
Pengembangan jaringan gas ini menjadi bagian dari upaya PGN memperluas akses energi bagi masyarakat, seiring pertumbuhan kawasan permukiman di Batam. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, jaringan gas juga menjadi infrastruktur penting yang menopang kegiatan industri dan pembangkit listrik.
Sebelumnya, jaringan gas milik PGN Area Batam sepanjang 273 kilometer disebut sebagai salah satu infrastruktur vital yang menopang aktivitas industri, pembangkit listrik, hingga kebutuhan rumah tangga di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Gangguan pada satu titik jalur utama saja berpotensi menimbulkan efek berantai. Dampaknya tidak hanya menghambat distribusi gas, tetapi juga berisiko memicu pemadaman listrik, mengganggu distribusi air bersih, hingga memengaruhi layanan internet.
Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, mengatakan jaringan tersebut merupakan tulang punggung distribusi energi yang beroperasi selama 24 jam untuk melayani berbagai kawasan strategis di Batam.
“Sistem ini bukan sekadar pipa bawah tanah biasa. Ini merupakan jaringan utama yang sangat vital. Tidak boleh terganggu,” ujar Wendi saat ditemui KE Groups di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan, gas yang dialirkan melalui jaringan utama terlebih dahulu diturunkan tekanannya dari sekitar 40 bar menjadi 16 bar sebelum didistribusikan kepada pelanggan. Pelanggan tersebut mencakup kawasan industri, pembangkit listrik, serta jaringan gas rumah tangga.
Menurut Wendi, kerusakan pada jalur pipa utama dapat berdampak besar terhadap sistem distribusi energi di Batam. Pasokan gas menuju pembangkit listrik, misalnya, berpotensi terhenti sehingga dapat memicu pemadaman listrik dalam skala luas.
Proses pemulihan pun tidak bisa dilakukan secara instan. Sebelum perbaikan dilaksanakan, jaringan harus dikosongkan terlebih dahulu untuk memastikan pekerjaan dapat dilakukan dengan aman.
“Bila pipa utama ini terganggu, proses perbaikannya tidak bisa dilakukan dalam hitungan jam. Seluruh jaringan harus dikosongkan terlebih dahulu dan itu bisa memakan waktu hingga sekitar satu minggu,” jelasnya.
Dampak gangguan tersebut juga dapat meluas ke berbagai layanan dasar masyarakat. Ketika pasokan listrik terhenti, pompa distribusi air bersih dapat berhenti beroperasi. Layanan internet turut berisiko terganggu, sementara ribuan rumah tangga dapat kehilangan pasokan gas untuk kebutuhan memasak.
“Kalau listrik mati, pompa air berhenti. Internet ikut terganggu. Aktivitas masyarakat bisa lumpuh karena semuanya saling terhubung,” katanya.
Saat ini, jaringan gas PGN Batam menghubungkan berbagai kawasan strategis, di antaranya Muka Kuning, Batu Ampar, jalur Simpang menuju kawasan industri, Kabil, Eco Green, hingga kawasan sekitar Bandara Hang Nadim.
Sejumlah pembangkit listrik utama yang berada di kawasan Kabil juga bergantung pada pasokan gas dari jaringan tersebut. Kondisi ini menjadikan keandalan jaringan pipa sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga kelangsungan aktivitas industri dan pelayanan publik di Batam.
Karena itu, PGN mengingatkan agar setiap pekerjaan konstruksi maupun penggalian di sekitar jalur pipa dilakukan dengan pengawasan ketat. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kerusakan pada infrastruktur bawah tanah yang memiliki peran strategis bagi pasokan energi kota.
Di sisi lain, PGN terus mengembangkan jaringan distribusi gas di Batam. Pada 2026, pengembangan difokuskan ke sejumlah kawasan yang selama ini belum terlayani, termasuk wilayah sekitar Bandara Hang Nadim serta kawasan permukiman baru yang terus tumbuh.
Perluasan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi Batam sebagai pusat industri, logistik, dan investasi nasional.
Dengan jaringan sepanjang 273 kilometer yang beroperasi tanpa henti, infrastruktur gas PGN tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan energi pelanggan, tetapi juga menopang berbagai aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.
Di tengah pesatnya pembangunan kota, perluasan jargas untuk ribuan pelanggan sekaligus menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur energi Batam. Keandalan jaringan yang sudah terpasang dan pengawasan terhadap jalur pipa menjadi sama pentingnya agar pasokan energi tetap terjaga, dari kawasan industri dan pembangkit listrik hingga dapur rumah tangga. (uly)










