BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Batam menunjukkan penguatan posisi sebagai salah satu kawasan strategis di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,28 persen, realisasi investasi sekitar Rp40 triliun pada Semester I 2026, hingga meningkatnya konektivitas pelabuhan menjadi sinyal bahwa Batam kian diperhitungkan, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa Batam sedang bergerak menuju posisi yang semakin strategis dalam peta ekonomi dan perdagangan global.
Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama LPM, RW, RT, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sagulung di Gedung Serbaguna Plaza Kecamatan Sagulung, Sabtu (3/10/2026) malam.
Menurut Amsakar, sejumlah indikator makro ekonomi menunjukkan geliat Batam yang semakin kuat. Realisasi investasi pada Semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp40 triliun.
Angka tersebut, kata dia, mencerminkan tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai kawasan investasi sekaligus salah satu pusat pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Batam pada Semester I 2026 tercatat mencapai 7,28 persen. Angka ini meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 yang berada di level 6,76 persen.
“Angka-angka makro ekonomi kita hari ini menunjukkan geliat yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 7,28 persen dan investasi terus bergerak. Ini menunjukkan bahwa Batam memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat,” ujar Amsakar.
Menurut Amsakar, penguatan ekonomi dan investasi tersebut turut mendorong perhatian dunia internasional terhadap Batam. Salah satu indikatornya adalah mulai masuknya investasi di sektor teknologi dan infrastruktur digital.
Ia mencontohkan rencana pembangunan kampus Nvidia DSX AI Factory di Batam yang dikembangkan Firmus Technologies, perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan asal Australia, melalui kemitraan strategis dengan Nvidia dan DayOne.
Proyek tersebut direncanakan memiliki kapasitas 360 megawatt dengan target operasional pada kuartal I 2027.
Bagi Amsakar, rencana investasi tersebut menunjukkan perubahan penting dalam peta investasi Batam. Jika sebelumnya Batam lebih dikenal sebagai kawasan industri dan manufaktur, kini sektor teknologi tinggi dan pusat data mulai ikut mengambil posisi.
“Batam sekarang sudah tidak lagi hanya diperbincangkan di level nasional, tetapi sudah menjadi perhatian dunia internasional. Kita bisa melihat bagaimana investasi di bidang AI dan pusat data mulai masuk ke Batam. Ini menunjukkan bahwa Batam memiliki posisi yang semakin strategis,” ujarnya.
Penguatan posisi Batam juga terlihat dari sektor konektivitas. Berdasarkan catatan UN Trade and Development (UNCTAD), Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia pada kuartal II 2026.
Batam tercatat berada di peringkat keenam. Menurut Amsakar, capaian tersebut semakin memperkuat posisi Batam yang berada di jalur perdagangan internasional. Pertumbuhan konektivitas pelabuhan dinilai menjadi modal penting bagi Batam untuk terus menarik investasi sekaligus memperluas perannya dalam aktivitas perdagangan global.
“Semua ini menunjukkan bahwa Batam sedang bergerak. Investasi tumbuh, ekonomi tumbuh, konektivitas semakin kuat, dan perhatian dunia terhadap Batam semakin besar,” ujarnya.
Meski berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif, Amsakar mengingatkan agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai angka-angka makro ekonomi.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Manfaat itu antara lain berupa pembukaan lapangan kerja, perkembangan usaha masyarakat, peningkatan pelayanan publik, hingga pembangunan infrastruktur.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat, untuk ikut menjaga suasana Batam tetap kondusif serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah.
Amsakar menilai pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjaga momentum pertumbuhan Batam. Dukungan masyarakat dibutuhkan untuk mengawal perkembangan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi.
Hal tersebut juga menjadi salah satu pesan yang ia sampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama unsur masyarakat Kecamatan Sagulung.
“Esensi dari silaturahmi adalah bagaimana kita terus memperkuat hubungan, membangun komunikasi dan kebersamaan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu, RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Batam,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan Batam merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah bekerja melalui kebijakan dan program pembangunan, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas dan ikut menggerakkan kehidupan sosial maupun ekonomi.
“Batam ini milik kita bersama. Pemerintah bekerja, masyarakat juga ikut bergerak. Kalau energi kebersamaan ini terus kita rawat, insyaallah berbagai kompleksitas persoalan yang ada dapat kita hadapi bersama dan Batam akan semakin maju,” ujar Amsakar. (uly)










