BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pemerintah Kota Batam menggelar Salat sunah istisqa sebagai bentuk ikhtiar menghadapi potensi kemarau panjang dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Salat ini digelar usai pelaksanaan apel gabungan dan Halalbihalal pasca Idulfitri.
Menurut Amsakar, salat istisqa merupakan ibadah sunah yang biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika menghadapi kekeringan. Langkah ini diambil setelah pihaknya menerima berbagai informasi cuaca, termasuk laporan dari BMKG yang menyebutkan bahwa Batam dan sebagian wilayah Kepulauan Riau akan menghadapi cuaca panas ekstrem dengan curah hujan yang sangat terbatas.
“Artinya, potensi kekeringan cukup besar dan berdampak pada berbagai sektor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca panas yang berkepanjangan telah memicu sejumlah fenomena alam, salah satunya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga malam sebelumnya, pemerintah terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menangani sejumlah titik kebakaran.
“Beberapa lokasi yang terpantau terjadi karhutla antara lain di Galang, Sekupang, dan Nongsa,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, kondisi lingkungan yang semakin kering ditandai dengan rumput dan tanaman yang mulai menguning, sehingga meningkatkan risiko kebakaran.
“Cuaca panas membuat lahan menjadi gersang dan sangat rentan terbakar,” jelasnya.
Salat istisqa yang digelar tersebut diikuti oleh ribuan peserta. Berdasarkan catatan panitia, terdapat sekitar 10 hingga 12 saf, dengan rincian 4 hingga 5 saf laki-laki dan 6 hingga 7 saf perempuan.
“Alhamdulillah pelaksanaan berjalan dengan sangat baik. Mudah-mudahan dengan ikhtiar ini Batam segera diberkahi hujan,” harapnya.
Ia juga berharap turunnya hujan dapat membantu mengatasi persoalan ketersediaan air bersih sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.
Dari sisi kehadiran, kegiatan ini diikuti sekitar 4.000 aparatur sipil negara (ASN) dari Pemerintah Kota Batam serta sekitar 1.000 hingga 1.500 pegawai dari BP Batam. Secara keseluruhan, jumlah peserta mencapai kisaran 4.000 hingga 5.000 orang.
Meski demikian, Amsakar memastikan bahwa layanan publik tetap berjalan normal. Petugas di sektor pelayanan seperti puskesmas, tenaga medis, front office, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta sekolah tetap bertugas di tempat masing-masing.
Selain itu, sejumlah personel dari Ditpam dan Satpol PP juga tetap fokus pada penanganan karhutla dan kegiatan pengamanan lainnya.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya. (uly)







