BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah dengan sejumlah penyesuaian mekanisme distribusi dan jenis menu.
Hal ini menyusul terbitnya Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan MBG pada Bulan Ramadan, Idul Fitri 1447 H/2026 M, dan Libur Tahun Baru Imlek 2026.
Koordinator Sub Penyelenggara Program Gizi (SPPG) Kota Batam, Defri Frenaldi, menegaskan bahwa pelayanan MBG bagi seluruh penerima manfaat di Batam tetap berjalan dengan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, serta akuntabilitas.
“Secara umum, MBG tetap dilaksanakan selama Ramadan. Namun memang ada penyesuaian pada pola distribusi dan jenis makanan yang diberikan, terutama bagi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa,” ujar Defri, Selasa (24/2/2026).
Selama Ramadan, khususnya di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang berpuasa, MBG akan diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat. Paket ini bukan makanan pabrikan atau ultra-processed food (UPF), melainkan makanan siap makan yang diproduksi dan dikemas langsung oleh SPPG sesuai standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan.
“Seluruh proses produksi dan pengemasan tetap dilakukan di dapur SPPG, termasuk pengecekan masa kedaluwarsa bahan dan perizinan seperti PIRT. Jadi kualitas dan standar gizinya tetap terjaga,” jelasnya.
Menu yang direkomendasikan untuk paket kemasan antara lain telur asin, abon, dendeng kering, buah, makanan khas lokal, dan kurma (opsional), dengan tetap memperhatikan standar gizi sesuai kelompok usia penerima manfaat.
Defri menambahkan, selama Ramadan pihaknya tidak menganjurkan menu yang cepat basi, bercita rasa terlalu pedas, atau berpotensi menimbulkan keracunan pangan.
Berdasarkan ketentuan dalam Surat Edaran tersebut, pada awal Ramadan yakni 18–22 Februari 2026, tidak dilakukan pendistribusian MBG. Distribusi akan dimulai secara serentak pada Senin, 23 Februari 2026.
Sementara itu, pada periode libur dan cuti bersama Idul Fitri tanggal 18–24 Maret 2026, tidak ada distribusi harian. Sebagai gantinya, pada Selasa, 17 Maret 2026, penerima manfaat akan mendapatkan satu paket kemasan sehat ditambah tiga paket bundling untuk alokasi konsumsi 18–20 Maret 2026.
“Bundling ini maksimal untuk tiga hari konsumsi dan tetap memperhatikan aspek keamanan pangan, termasuk jenis makanan yang harus dikonsumsi lebih dulu,” kata Defri.
Untuk peserta didik selama libur sekolah di bulan Ramadan, SPPG menyiapkan tiga alternatif mekanisme distribusi, disesuaikan dengan kondisi wilayah di Batam:
Pengantaran ke sekolah, dengan verifikasi dan dokumentasi serah terima.
Pengambilan di SPPG (take-away terjadwal) setiap Senin dan Kamis, pukul 08.00–09.00 WIB dan 11.00–12.00 WIB.
Delivery melalui hub atau titik serah terima, seperti RT/RW, balai warga, atau posyandu yang telah disepakati.
“Semua mekanisme wajib melalui pendataan dan verifikasi penerima manfaat. Ada daftar nama, identitas siswa atau NIK, serta dokumentasi serah terima untuk menjaga akuntabilitas,” tegas Defri.
Untuk penerima manfaat non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, pelayanan tetap berjalan penuh selama Ramadan dengan distribusi setiap Senin dan Kamis melalui posyandu atau titik kumpul yang disepakati.
Meski pada beberapa hari tidak ada distribusi, Defri memastikan SPPG tetap beroperasi. Kegiatan difokuskan pada pembersihan dapur, perawatan peralatan dan kendaraan distribusi, peningkatan kompetensi relawan, edukasi gizi dan keamanan pangan, hingga pendataan potensi bahan baku lokal.
“Momentum ini juga kami gunakan untuk inovasi produk MBG Ramadan yang tetap aman dan sesuai kecukupan gizi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penyesuaian ini bersifat sementara (ad hoc). Setelah periode Ramadan dan libur berakhir, pelayanan MBG akan kembali mengikuti ketentuan operasional normal sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
“Kami mengimbau seluruh pihak, termasuk sekolah dan orang tua, untuk mendukung mekanisme yang sudah ditetapkan agar layanan MBG selama Ramadan tetap tepat sasaran dan bermanfaat optimal bagi anak-anak serta kelompok rentan di Batam,” kata Defri. (uly)







