Monday, December 8, 2025
HomeBatamAmsakar Lantik Sekda dan Pejabat Baru, Dorong Birokrasi Kian Profesional

Amsakar Lantik Sekda dan Pejabat Baru, Dorong Birokrasi Kian Profesional

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melantik dan mengambil sumpah jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), pejabat pimpinan tinggi pratama, serta pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

Pelantikan berlangsung di Aula Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Jumat (31/10/2025) dan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Dalam pelantikan tersebut, Firmansyah, S.Sos., M.Si. resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Batam.

Ia berpesan agar pejabat yang baru dilantik dapat menjaga amanah dan fokus pada peningkatan kinerja, khususnya dalam hal tata kelola pemerintahan, keuangan, dan aset daerah.

“Sekda harus fokus pada SDM, tata kelola keuangan, dan aset. Karena di situlah peran strategis Sekda sebagai motor birokrasi pemerintah daerah,” tegas Amsakar.

Selain itu, sejumlah pejabat lain juga dikukuhkan, di antaranya:

1. Ir. Suhar, S.T., M.PWNK sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan,

2. Zulkifli Aman, S.Sos., M.M. sebagai Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat,

3. Yudi Suprapto, S.H., M.H. sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan,

BACA JUGA:   Atasi Hama Monyet, Dosen dan Mahasiswa UNRIKA Ciptakan Alat Pengusir Otomatis di Rempang

4. Syukri, S.Ag., M.A. sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam,

5. Eva Marhaini, S.Pd., M.Si. sebagai Camat Nongsa,

6. Arfandi, S.STP., M.H. sebagai Kabag Umum Sekretariat DPRD Batam,

7. Syahibul Aziz, S.STP. sebagai Kabid Mutasi dan Promosi BKPSDM Kota Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menegaskan bahwa proses mutasi, rotasi, dan promosi jabatan di Pemko Batam kini tidak lagi sesederhana sebelumnya.

“Promosi atau demosi sekarang ini sangat ketat. Mekanismenya panjang dan berlapis, karena semua melalui proses open bidding dan fit and proper test,” ujarnya.

Amsakar juga menjelaskan, lambatnya proses pergeseran pejabat bukan karena faktor personal, tetapi karena regulasi dan tahapan seleksi yang kini semakin transparan.

“Banyak yang bertanya kenapa lama sekali, tapi memang mekanismenya seperti ini. Ada yang masih menunggu proses di Jakarta, baru setelah itu bisa kita lanjutkan mutasi berikutnya,” katanta. (uly)

spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER