Thursday, June 4, 2026
HomeBatamRempang Eco-City Kian Nyata: Rumah, Sertifikat dan Fasilitas Lengkap untuk Warga

Rempang Eco-City Kian Nyata: Rumah, Sertifikat dan Fasilitas Lengkap untuk Warga

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kawasan hunian tetap Tanjung Banon, Pulau Rempang, akan disulap menjadi pemukiman terpadu dengan fasilitas lengkap. Sekaligus menjadi proyek percontohan transmigrasi modern di Indonesia.

Pemerintah memastikan seluruh warga telah mendapatkan kepastian hukum atas lahan tempat tinggal mereka melalui pembagian Sertifikat Hak Milik (SHM).

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman, saat berkunjung ke Rempang, Selasa (12/8/2025), menyerahkan 94 sertifikat tanah kepada warga.

Sebelumnya, pada Maret 2025, sebanyak 68 sertifikat telah dibagikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dengan demikian, total 162 keluarga kini memegang sertifikat hak milik.

Menurut Iftitah, program ini merupakan bagian dari Transmigrasi Tuntas, yang tidak hanya memberikan kepastian hukum atas tanah, tetapi juga menggerakkan ekonomi baru di Kepulauan Riau.

“Kami ingin membangun kehidupan gotong royong yang modern. Rempang Eco-City ini harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kawasan Tanjung Banon akan dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari sekolah SD hingga SMA, rumah ibadah, kantor pemerintahan, lapangan sepak bola, pasar, pelabuhan perikanan dan pariwisata, gedung pertemuan, hingga sarana listrik dan air bersih. Jalan lingkungan juga akan diaspal dengan lebar 8 meter.

BACA JUGA:   Amsakar Resmi Raih Gelar Doktor, Muhammad Rudi hingga Ansar Ahmad Turut Hadir

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah janji negara kepada warganya.

“Jangan ada lagi rasa risau. Kampung ini akan menjadi percontohan, pemukiman terintegrasi dengan fasilitas lengkap,” kata Amsakar.

Hunian tetap di Tanjung Banon sendiri merupakan rumah tipe 45 di atas tanah seluas 500 meter persegi, seluruhnya berstatus hak milik.

Ke depan, kawasan ini akan menjadi model pengembangan transmigrasi modern berbasis kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai instansi terkait. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER