BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Siapa yang tak kenal tulisan raksasa “Welcome to Batam” yang menjulang di Bukit Clara, Batam Center? Tulisan putih besar itu pernah jadi ikon wajib untuk berfoto bagi siapa saja yang datang ke Batam. Saat senja turun, lampu-lampunya menyala terang, menegaskan identitas kota industri yang juga ingin ramah wisata.
Sayangnya, pesona itu perlahan memudar. Sejak lebih dari sebulan terakhir, lampu penerangan di tulisan itu padam. Malam hari yang biasanya memamerkan sorot putih bersih kini hanya gelap. Dari kejauhan, tulisan itu nyaris tak terlihat.
Seorang pengunjung yang kerap nongkrong di kawasan tersebut, Ikhsan mengaku kaget saat membawa keluarganya yang datang dari luar kota.
“Biasanya ke sini sore atau malam buat nongkrong. Waktu itu ajak keluarga foto-foto, eh lampunya enggak nyala,” kata Warga Tanjung Piayu ini.
Bukan cuma soal kecewa tak bisa dapat foto keren. Suasana gelap juga membuat pengunjung malas mampir. Ini berdampak pada pedagang kecil di sekitar lokasi.
“Sudah sebulan lebih begini. Dulu ramai, sekarang sepi. Kasihan juga yang jualan,” lanjutnya.
Siang hari tak kalah suram. Landmark yang dulu berdiri gagah di puncak bukit kini mulai tertutup bangunan-bangunan baru. Tulisan “Welcome to Batam” tampak terhalang, mengurangi kesan ikoniknya.
Pemerintah kota pun menyadari masalah ini. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mengatasi lampu padam.
“Segera nanti saya komunikasikan ke PLN,” ucapnya saat ditemui di DPRD Kota Batam.
Bagi warga Batam, tulisan raksasa itu bukan hanya papan nama. Ia semacam sambutan hangat bagi siapa pun yang menjejakkan kaki di pulau ini. Penanda identitas, kebanggaan, sekaligus magnet ekonomi bagi para pedagang kecil.
Kini, yang tersisa hanyalah huruf-huruf pucat di atas bukit. Tak lagi bersinar seperti dulu. Dan orang-orang pun bertanya: kapan Welcome to Batam kembali bersinar menyambut tamu-tamunya?
Sebelumnya diberitakan Badan Pengusahaan (BP) akan membuat ikon Welcome To Batam (WTB) yang baru. Ikon yang lebih modren dan terlihat dari segala sisi, bahkan dari segala sisi.
Rencana ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad. Ia membantah akan memindah WTB yang berada di Bukit Clara, Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)
“Jadi ceritanya bukan memindah (WTB Bukit Clara). Melainkan kita membuat WTB baru. Inilah rencana kedepan,” ujar Pria yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam ini, Kamis (17/4/2025) lalu.
Diakuinya ikon WTB baru yang akan dibangun ini sudah di desain oleh Mouris Limanto selaku Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam. Konsep bangunannya berbentuk empat atau lima dimensi sehingga bisa dilihat dari segala arah.
“Dibuat dalam empat atau lima dimensi. Bisa dilihat dari Bandara sampai ke Simpang Kepri Mall. Ketika turun dari pesawat sudah nampak WTB. Ketika mobil berjalan dari bandara ke arah Kepri Mall begitu juga sebaliknya sudah kelihatan,” kata Amsakar.
Ikon WTB tersebut juga akan dihiasi dengantaman-taman. Sehingga lebih kelihatan indah dan asri. Dengan demikian, diharapkan para pendatang maupun wisatawan yang baru datang ke Batam akan merasa tersambut ketika membacanya.
Amsakar mengatakan rencana pembangunannya bergantung kepada finansial dari sumber lain, yang bukan pajak. Kemungkinan salah satunya dari kontribusi pelaku usaha.
“Soal realisasi sebenarnya tak masuk dalam penganggaran kami sekarang. Terus terang saja kami masih 7 anggaran yang dibintangkan. Maksudnya jikalau ada urgensi tingkat yang lain masih membutuhkan, maka yang sana dibutuhkan. 7 ini kalau sekiranya cukup untuk di support,” paparnya.
Amsakar menilai ikon WTB di Bukit Clara, Batam Center sudah tidak maksimal fungsinya. Hal ini dikarenakan lahan tersebut akan lahan dibawahnya akan dibangun gedung-gedung tinggi.
“Karena kalau dilihat sudah setengah gedung tertutup. Ada ketinggian gedung.
sudah tenggelam barang itu. Biar ajalah dia disitu,” ujar Amsakar. (uly)









