BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) memulai Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) dengan membawa dan mengedarkan Rp 12,5 miliar uang pecahan baru ke daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T). Ada 5 pulau yakni Dabo Singkep, Tambelan, Subi Besar, Midai dan Tarempa.
Tim berangkat menggunakan KRI Kerambit milik TNI Angkatan Laut di Pelabuhan Batu Ampar. Dilepaskan dengan berbagai rangkaian acara seremoni, mulai dari penekanan sirine hingga peninjauan kapal.
“Semangat untuk pejuang rupiah, Insya Allah semuanya lancar,” ujar Kepala Bank Indonesia, Suryono, Sabtu (20/7/2024) pagi sekira pukul 10.WIB.
Dalam kata sambutannya, Suryono menuturkan BI diberikan kewenangan untuk pengelolaan uang rupiah. Pengelolaan ini salah satu instrumen kebijakan BI.
Ia melanjutkan dalam pengelolaan uang rupiah, BI memiliki misi di seluruh Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI) untuk menyediakan jumlah uang rupiah yang cukup dan berkualitas.
“Tahun ini akan dilakukan di 18 Provinsi di seluruh Indonesia. Dan di Batam sudah kedelapan kalinya. Kami sangat dibantu dengan TNI angkatan laut,” Suryono.
Suryono menuturkan dalam melakukan kegiatan ini banyak tantangan, pertama kondisi geografis NKRI. Terutama di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) sebanyak 2.408 pulau.
Kedua, kata dia keberagaman tingkat pendidikan. Ketiga adanya penggunaan uang selain rupiah, apalagi Kepri wilayah berbatasan dengan dengan negara lain.
“BI tak bisa melakukan itu sendiri. Kami membutuhkan Bapak (Lantamal). BI berupaya memberikan sesuatu yang berarti. BI tak berarti kalau tak ada bapak ibu sekalian. Begitu juga dengan sebaliknya,” katanya.
Selain uang rupiah, pihaknya juga menyalurkan CSR BI dan sosialisasi. Sehingga masyarakat lebih mencintai uang rupiah.
“Tahun ini kita salurkan sebesar Rp 12,5 Miliar. Tidak besar memang tapi karena uang-uang kecil. Biar disana ada uang yang layak edar. Kita pakai kapal perang. Semoga apa yang kita lakukan berkah,” kata Suryono.
Ditempat yang sama, Komandan Lantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto mengatakan kegiatan ini merupakan menindaklanjuti nota kesepahaman kerjasama antara TNI AL dengan BI. Pihaknya menurunkan sebanyak 50 personil.
“Kita turunkan 1 kapal saja. Targetnya 6 hari. Kita ke Dabo Singkep dulu,” kata Tjatur.
Ia mengaku KRI tahun ini lebih kecil dari sebelumnya. Pihaknya sengaja menyesuaikan dengan kondisi kedalam laut di Pelabuhan di pulau.
Melalui kegiatan ini dapat diberikan kemudahan dengan kondisi geografis Indonesia banyak pulau terkecil dan terluar.
“TNI AL memiliki sarana yang memadai untuk mendistribusikan,” katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Adi Prihantara menyampaikan salam Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam kata sambutannya. Dimana, Ansar mengapresiasi BI Kepri atas eksepidisi uang rupiah ke pulau-pulau 3T.
“Kepri merupakan wilayah kepulauan. Dengan program ini, ia berharap dapat menggantikan uang masyarakat di wilayah 3T,” katanya.
Ia melanjutkan tak semua pulau ada bank, money changer dan uang rupiah. Sehingga kegiatan ini baik sekali.
“Kedua, pesan Pak Gubernur bangga atas kolaborasi ini. Semangat kolaborasi ini mampu memperbaiki kinerja ekonomi. Inflasi terjaga, kebutuhan ekonomi terjaga,” katanya. (uly)







