BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Guntur Sakti mengatakan bahwa tingginya harga tiket kapal ferry Batam – Singapura sangat berdampak pada sektor pariwisata.
“Semua sepakat, salah satu sektor paling berdampak atas kenaikan harga tiket ini adalah sektor pariwisata,” ujar Guntur, Jumat (14/6/2024).
Menurutnya, dalam ekosistem pariwisata ada persoalan utama yang harus diselesaikan, yaitu tentang aksesibilitas.
“Kami tadi melakukan simplifikasi, di ekosistem pariwisata itu kita menghadapi, satu problem utama namanya aksesibilitas,” katanya.
Dua faktor yang menyebabkan masalah dalam aksesibilitas, yakni pricing atau harga dan keimigrasian. Menurutnya, kenaikan harga tiket ferry yang tinggi menyebabkan wisatawan tidak merasa datang dengan terjangkau.
Sementara, dari sisi keimigrasian, sudah tersedia jenis visa singkat untuk Kepri namun belum mendapatkan kepastian tarif.
“Sehingga dua persoalan utama di aksesibilitas ini menjadikan ekosistem pariwisata kita hari ini kurang kompetitif dibandingkan dengan negara tetangga yang semakin kompetitif dalam merebut cuan dari turis,” kata Guntur.
Guntur berharap, atas dorongan semua pihak yang terlibat, dalam waktu dekat sudah menemukan titik terang harga tiket bisa turun dan visa singkat tersedia dengan tarif yang murah. (uly)










