BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kota Batam kembali mendapat sorotan melalui industri perfilman nasional. PT JAS Films Internasional berkolaborasi dengan Rancezz Entertainment resmi mempersembahkan film terbaru berjudul Uniform; Cinta di Balik Seragam, sebuah film bergenre kriminal yang memadukan ketegangan investigasi dengan kisah cinta romantis.
Tak sekadar menawarkan cerita penuh misteri dan kejutan, film ini juga membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Batam. Seluruh proses syuting dilakukan di Kota Batam dengan melibatkan banyak talenta lokal berbakat, sekaligus memperkenalkan keindahan dan perkembangan kota tersebut kepada penonton di berbagai daerah.
Disutradarai oleh Joseph Selvakumar, sementara naskah sekaligus posisi produser dipercayakan kepada Deepak Annathurai, film dengan klasifikasi usia 13+ ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Sebelum penayangan reguler, peluncuran trailer resmi dan pemutaran pratinjau eksklusif dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) di Cinepolis K Square Mall, Batam.
Cerita Uniform; Cinta di Balik Seragam berpusat pada Jason, seorang perwira muda yang diperankan Kevin Faulky. Hidupnya berubah setelah sang kekasih, Lara (Aline Fauziah), meninggal dunia dalam sebuah peristiwa yang awalnya diduga sebagai kecelakaan biasa.
Namun, sejumlah kejanggalan membuat Jason tidak begitu saja menerima kesimpulan tersebut. Didorong rasa kehilangan dan keinginan mengungkap kebenaran, ia memutuskan menyelidiki sendiri penyebab kematian tragis Lara.
Dalam perjalanannya, Jason harus menghadapi berbagai misteri yang perlahan terungkap. Dedi, karakter yang diperankan Yama Carlos, turut menjadi bagian dari rangkaian cerita yang menggabungkan unsur kriminalitas, investigasi, dan romantisme.

Alur cerita yang penuh teka-teki menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Penonton pun diajak mengikuti perjalanan Jason dalam mencari kebenaran, dengan berbagai kejutan dan plot twist yang telah disiapkan sepanjang cerita.
Peluncuran trailer resmi dan pemutaran pratinjau eksklusif film ini mendapat perhatian dari sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Kota Batam.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata, menyampaikan apresiasi atas produksi film yang menjadikan Batam sebagai lokasi utama pengambilan gambar. Menurutnya, industri perfilman merupakan salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Film ini adalah seni yang paling komplit… Hampir 90% lokasi syutingnya berada di Batam, dipadukan dengan talenta nasional dan lokal. Ini adalah sarana promosi yang sangat baik untuk mengangkat pariwisata Batam serta memperlihatkan wajah kota yang kini semakin cantik dan tertata,” ujar Ardi Winata, Sabtu (10/10/2026).
Keterlibatan Batam dalam produksi film ini dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan berbagai sudut kota kepada masyarakat luas. Kehadiran film di layar lebar diharapkan dapat memperkuat citra Batam sebagai kota yang memiliki potensi tidak hanya di bidang perdagangan dan industri, tetapi juga dalam pengembangan ekonomi kreatif serta pariwisata.
Kehadiran film yang mengambil gambar di Batam juga membuka peluang pengembangan film-induced tourism, yakni ketertarikan wisatawan untuk mengunjungi lokasi yang mereka lihat dalam film atau tayangan audiovisual. Dengan menampilkan lokasi-lokasi di Batam sebagai latar cerita, film ini sekaligus menjadi media promosi visual yang dapat menjangkau penonton di seluruh Indonesia.
Dukungan terhadap produksi film ini juga datang dari jajaran Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri).
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricilia Ohei, yang turut mendukung proses syuting, mengatakan bahwa film ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga membawa unsur edukasi bagi masyarakat mengenai penanganan perkara oleh kepolisian.

“Film ini menunjukkan bagaimana kepolisian menangani suatu perkara sesuai dengan SOP yang ada. Kami juga mengerahkan personel dari Polda Kepri, Polresta Barelang, hingga Polsek Lubuk Baja, lengkap dengan sarana dan prasarananya untuk mendukung penuh produksi ini,” kata Kombes Pol Nona Pricilia Ohei.
Keterlibatan personel kepolisian beserta sarana dan prasarana pendukung diharapkan dapat membantu menghadirkan gambaran penanganan perkara yang sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP). Dukungan tersebut juga memperlihatkan kolaborasi antara industri perfilman dan institusi kepolisian dalam menghasilkan karya yang menghibur sekaligus memberikan wawasan kepada masyarakat.
Yama Carlos: Syuting di Batam Jadi Pengalaman Berkesan
Bagi aktor Yama Carlos, memerankan karakter polisi atau militer bukanlah pengalaman baru. Film Uniform; Cinta di Balik Seragam menjadi film ke-10 baginya dalam memerankan karakter dari kalangan aparat.
Meski demikian, pengalaman menjalani proses syuting di Batam memberikan kesan tersendiri. Ia mengaku menikmati suasana kota yang dinilai nyaman selama berada di lokasi produksi.
“Syuting di Batam adalah pengalaman pertama dan yang paling berkesan karena bisa cukup lama di sini. Batam ternyata kota yang sangat enak, tenang, jauh dari kebisingan dan kemacetan, serta makanannya sangat cocok,” ujar Yama Carlos antusias.
Selain membagikan pengalamannya selama berada di Batam, Yama Carlos juga memberikan bocoran mengenai jalan cerita film tersebut. Ia mengingatkan penonton untuk bersiap menghadapi berbagai plot twist yang tidak mudah ditebak.
Pernyataan itu semakin menambah daya tarik film yang mengandalkan misteri kematian, proses investigasi, dan dinamika hubungan antarkarakter sebagai penggerak cerita.
Peluncuran trailer resmi dan pemutaran pratinjau eksklusif Uniform; Cinta di Balik Seragam turut dihadiri langsung oleh Dirsamapta Polda Kepri, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricilia Ohei, serta jajaran anggota Samapta Polda Kepri yang ikut berperan dalam pembuatan film tersebut.
Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap produksi film yang mengangkat unsur penegakan hukum, sekaligus melibatkan personel kepolisian dalam proses pembuatannya.
Dengan menggabungkan cerita kriminal yang menegangkan, romantisme cinta anak muda, serta panorama berbagai sudut Kota Batam, Uniform; Cinta di Balik Seragam diharapkan menjadi salah satu film Indonesia yang menarik perhatian penonton pada Oktober 2026.
Film produksi PT JAS Films Internasional bersama Rancezz Entertainment ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026, dengan klasifikasi usia 13+.
Jangan lewatkan kisah investigasi penuh misteri, perjalanan emosional seorang perwira muda dalam mengungkap kematian sang kekasih, serta keindahan Kota Batam dalam Uniform; Cinta di Balik Seragam. (uly)










