Monday, May 18, 2026
HomeBatamPemko Siapkan Tiga Skema Beasiswa Tahun 2026

Pemko Siapkan Tiga Skema Beasiswa Tahun 2026

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan pembangunan sumber daya manusia kini menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Batam melalui peluncuran Program Beasiswa Berprestasi, Tidak Mampu dan Hinterland Tahun 2026.

Hal itu disampaikan Amsakar saat membuka Sosialisasi Program Prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Crown Vista Hotel Batam, Senin (18/5/2026).

Menurut Amsakar, selama ini pembangunan Batam lebih banyak berorientasi pada infrastruktur. Namun ke depan, pemerintah daerah mulai menggeser fokus pembangunan pada sektor pendidikan dan peningkatan kualitas SDM.

“Hari ini kami ingin pendidikan menjadi perhatian serius. Program seragam sekolah gratis sudah disiapkan, kemudian sekarang program beasiswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemko Batam hanya menyiapkan beasiswa bagi siswa yang lolos jalur undangan atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di tujuh perguruan tinggi ternama Indonesia.

Tujuh kampus tersebut yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Diponegoro (Undip).

BACA JUGA:   Gekrafs Gelar Batam Creative Fest 2023, Walikota Rudi: Pemerintah Akan Buatkan Tempat Khusus!

Namun setelah dilakukan evaluasi, Pemko Batam menilai sebagian besar siswa yang lolos jalur tersebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi relatif baik.

“Beasiswa atau tidak, anak-anak itu tetap bisa kuliah karena orang tuanya relatif mampu. Mereka punya fasilitas lengkap, komputer ada, internet bagus,” katanya.

Dari evaluasi itu, Pemko Batam kemudian memperluas skema bantuan pendidikan dengan menghadirkan program Beasiswa Hinterland dan Beasiswa Tidak Mampu.

Program Beasiswa Hinterland ditujukan bagi siswa dari wilayah hinterland yang selama ini dinilai masih menghadapi keterbatasan sarana pendidikan dan persaingan tenaga kerja.

“Negara harus berpihak kepada masyarakat hinterland. Maka kami siapkan program beasiswa khusus,” ujar Amsakar.

Program tersebut bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Negeri Batam. Sementara program Beasiswa Tidak Mampu juga melibatkan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Amsakar mengatakan, tidak semua siswa dapat menerima beasiswa karena terdapat syarat dan kriteria tertentu, termasuk penetapan kampus dan jurusan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

BACA JUGA:   Kampanye Politik Bisa Di Media Sosial, Begini Syaratnya!

Untuk program Beasiswa Hinterland, penerima berasal dari delapan sekolah, yakni SMAN 2 Batam, SMAN 7 Batam, SMAN 13 Batam, SMAN 22 Batam, SMAN 6 Batam, SMAN 9 Batam, SMAN 10 Batam, dan SMAN 11 Batam.

Selain itu, siswa penerima harus lulus perangkingan sekolah dan direkomendasikan melalui berita acara Tim Seleksi sekolah yang diketahui kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan camat setempat.

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga meminta para kepala sekolah untuk aktif menyampaikan informasi program kepada siswa agar manfaat beasiswa dapat dirasakan lebih luas.

“Kalau soal pendidikan, saya sangat yakin masa depan Batam ditentukan dari bagaimana kita mempersiapkan pendidikan generasinya hari ini,” katanya.

Ia menyebut, anggaran beasiswa yang disiapkan Pemko Batam mencapai sekitar Rp5,1 miliar, sementara total anggaran pendidikan Kota Batam telah melampaui alokasi minimal 20 persen sebagaimana ketentuan nasional. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER